nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marketing Manager PT Humpuss Segera Disidang Terkait Suap Distribusi Pupuk

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 18:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 25 337 2060316 marketing-manager-pt-humpuss-segera-disidang-terkait-suap-distribusi-pupuk-O7ZvVKI71o.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan suap sewa-menyewa kapal untuk distribusi pupuk dengan tersangka Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti.

Tim penyidik telah melimpahkan berkas penyidikan Asty ke tahap penuntutan, pada Jumat, 24 Mei 2019. Rencananya, Asty menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

"Persidangan direncanakan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Sabtu (25/5/2019).

Tim Jaksa penuntut umum mempunyai waktu 14 hari masa kerja untuk menyelesaikan surat dakwaan Asty. Nantinya, seluruh perbuatan Asty dalam perkara ini akan dibeberkan dalam surat dakwaan tersebut.

"Selain peran AST, juga akan diuraikan peran pihak lain di perusahaan yang diduga bersama-bersama memberikan suap. Diduga AST memberikan suap sekitar USD158ribu dan Rp 311 juta rupiah yang diberikan dalam beberapa tahap, sejak mei 2018 hingga 27 maret 2019," katanya.

Ilustrasi

Sejauh ini, sudah ada 30 saksi yang diperiksa untuk proses penyidikan Asty dan tersangka lainnya.

‎KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Ketiganya ialah anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.


Baca Juga : KPK Panggil Legislator Golkar Eka Sastra Terkait Suap Distribusi Pupuk

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK telah menyita uang Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan ke dalam amplop berwarna putih.


Baca Juga : Sebulan Dihitung KPK, Total Uang Dalam Amplop Bowo Sidik Sebesar Rp8,45 Miliar

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini