nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maklumi Polisi soal Tindakan Represif ke Tim Medis, MER-C: Itu Hak Dompet Dhuafa

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 18:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 25 337 2060325 maklumi-polisi-soal-tindakan-represif-ke-tim-medis-mer-c-itu-hak-dompet-dhuafa-1TYSZr0ePp.jpg (Foto : Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan tanggapan terkait salah satu lembaga, yakni Dompet Dhuafa, yang akhirnya bisa memaklumi tim medisnya terkena pukulan oleh aparat saat aksi 22 Mei kemarin.

Menurut Joserizal Jurnalis, selaku Pendiri dan Dewan Penasihat MER-C, keputusan itu telah menjadi hak dari Dompet Dhuafa. Meskipun demikian, ia menekankan kalau tindakan represif dari aparat kepolisian memang benar terjadi.

"Itu hak Dompet Dhuafa. Tapi kejadian itu kan ada. Kalau Dompet Dhuafa merasa tidak perlu ada itu, ya hak mereka," ujar Jose saat ditemui di kantornya, di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Aksi 22 Mei: Bentrok Massa Aksi dengan Polisi di Depan Gedung Bawaslu

Meskipun tim medisnya tidak ada yang terkena tindakan represif dari aparat, Jose tetap mengecam ketika pihak-pihak yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru mengalami kekerasan dalam sebuah aksi.

Oleh karena itu, Jose dan pihaknya memutuskan untuk melaporkan kejadian yang telah merampas nilai kemanusiaan tersebut ke Mahkamah Internasional.

"Kita melihat kemanusiaan yang tak dihormati. Kita tak bisa main perasaan, sedih pasti itu energi perjuangan. Tapi jangan kita melakukan ini karena ada anggota kita dipukul. Tidak," ucapnya.


Baca Juga : Pasca-Aksi 22 Mei, Mal Sarinah Kembali Dibuka

"Kita bahkan menolong Brimob yang luka. Tim medis dalam melakukan tugasnya itu tak perlu melihat latar belakang, siapa yang butuh pertolongan dibantu," tutur Jose.

Seperti diketahui sebelumnya, Dompet Dhuafa telah melakukan audiensi dengan pihak kepolisian. Hasilnya, mereka bisa memaklumi hal tersebut terjadi karena massa aksi yang mulai rusuh dan tidak terkendali, meskipun tetap menyayangkan kejadian itu.

Baca Juga : Tim Medis Alami Kekerasaan saat Demo 22 Mei, MER-C Lapor ke Mahkamah Internasional

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini