Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Maklumi Polisi soal Tindakan Represif ke Tim Medis, MER-C: Itu Hak Dompet Dhuafa

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Sabtu, 25 Mei 2019 |18:16 WIB
Maklumi Polisi soal Tindakan Represif ke Tim Medis, MER-C: Itu Hak Dompet Dhuafa
(Foto : Sarah Hutagaol/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan tanggapan terkait salah satu lembaga, yakni Dompet Dhuafa, yang akhirnya bisa memaklumi tim medisnya terkena pukulan oleh aparat saat aksi 22 Mei kemarin.

Menurut Joserizal Jurnalis, selaku Pendiri dan Dewan Penasihat MER-C, keputusan itu telah menjadi hak dari Dompet Dhuafa. Meskipun demikian, ia menekankan kalau tindakan represif dari aparat kepolisian memang benar terjadi.

"Itu hak Dompet Dhuafa. Tapi kejadian itu kan ada. Kalau Dompet Dhuafa merasa tidak perlu ada itu, ya hak mereka," ujar Jose saat ditemui di kantornya, di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Aksi 22 Mei: Bentrok Massa Aksi dengan Polisi di Depan Gedung Bawaslu

Meskipun tim medisnya tidak ada yang terkena tindakan represif dari aparat, Jose tetap mengecam ketika pihak-pihak yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru mengalami kekerasan dalam sebuah aksi.

Oleh karena itu, Jose dan pihaknya memutuskan untuk melaporkan kejadian yang telah merampas nilai kemanusiaan tersebut ke Mahkamah Internasional.

"Kita melihat kemanusiaan yang tak dihormati. Kita tak bisa main perasaan, sedih pasti itu energi perjuangan. Tapi jangan kita melakukan ini karena ada anggota kita dipukul. Tidak," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement