JAKARTA – Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Sabtu 25 Mei 2019 pukul 08.08 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sepanjang Sabtu kemarin, gunung api di Selat Sunda, Lampung itu juga 17 kali gempa.
“Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah utama tidak teramati,” tulis PVMBG dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM, Minggu (26/5/2019).
Saat erupsi pagi kemarin, tinggi kolom abu yang keluar dari Gunung Anak Krakatau juga tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sekira 7 menit 47 detik.
Dari rekaman seismograf pada Sabtu kemarin, gunung api dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu tercatat mengalami 17 kali gempa dengan rincian; lima gempa letusan, empat gempa embusan, eenam kali gempa harmonik, sekali gempa low frequency dan sekali gempa vulkanik dalam
“Tremor menerus dengan amplitudo 1 - 45 mm, dominan 10 mm.”
Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah Anak Krakatau.
VONA terakhir Gunung Anak Krakatau terkirim dengan kode warna orange pada Sabtu 25 Mei kemarin pukul 12:51 WIB, terkait erupsi. Gunung Anak Krakatau masih berstatus waspada.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.