nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Mustofa Nahrawardaya: Saya Belum Tahu Kuasa Hukum yang Dikirim BPN

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 26 337 2060613 istri-mustofa-nahrawardaya-saya-belum-tahu-kuasa-hukum-yang-dikirim-bpn-E3fCmvkpVL.JPG Mustofa Nahrawardaya (ist)

JAKARTA - Istri Mustofa Nahrawardaya, Cathy Ahadianty mengungkapkan bahwa Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga telah berjanji untuk memberikan bantuan hukum terhadap suaminya terkait kasus dugaan penyebaran informasi palsu atau hoaks kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

Cathy menyebut, hal itu merupakan hasil koordinasi dirinya dengan Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak yang berjanji akan memberikan pendampingan hukum kepada Mustofa setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hoaks.

 Baca juga; Sambangi Bareskrim, Istri Mustofa Nahrawardaya Bawakan Obat

"Lalu saya kontak teman-teman dan BPN kemudian ada respons terlebih dahulu. Infonya BPN akan dampingkan, saya sudah dikontak mas Dahnil," kata Cathy di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2019).

 Istri Mustofa Nahrawardaya

Menurut Cathy, bantuan hukum yang akan diberikan ada seorang Pengacara yang disiapkan oleh BPN. Namun, kata Cathy, saat ini pihaknya menggunakan jasa kuasa hukum bernama Djudju Purwantoro.

 Baca juga: Anggota BPN Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi Terkait Hoaks Kerusuhan 22 Mei

Mengingat, pihak BPN sampai saat ini belum memberikan nama pengacara yang disiapkan untuk membela hukum dari sang tersangka hoaks pemukulan Brimob kepada seorang remaja itu.

"Bantuan hukum. Karena infonya BPN akan berikan bantuan hukum tapi saya belum tahu karena saya semua-semua karena satu pintu," ucap Cathy.

Mustofa diciduk di rumahnya di Bintaro ketika dini hari tadi atau menjelang sahur. Kini dia telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan hoaks.

 Baca juga: Mustofa Nahrawardaya Resmi Jadi Tersangka Penyebar Hoaks Kerusuhan 22 Mei

Dalam surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks. Hal itu berdasarkan adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini