nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mustofa Nahrawardaya Ditangkap 1 Hari Setelah Dilaporkan ke Polisi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 21:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 26 337 2060628 mustofa-nahrawardaya-ditangkap-1-hari-setelah-dilaporkan-ke-polisi-CWJodptdiw.JPG Mustofa Nahrawardaya (ist)

JAKARTA - Istri Mustofa Nahrawardaya, Cathy Ahadianty mengungkapkan bahwa, penangkapan suaminya itu dilakukan satu hari setelah adanya laporan seseorang ke Bareskrim Polri. Namun, dia tidak mengetahui sosok orang tersebut.

Mustofa yang juga Anggota Dewan Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan hoaks aksi 22 Mei. Mustofa diduga telah menyebarkan informasi bohong mengenai adanya anggota Brimob yang menganiaya seorang remaja.

 Baca juga: Penyidik Cecar Mustofa Nahrawardaya Pertanyaan soal Unggahan di Medsos

"Satu copy surat dipegang itu isinya penangkapan atas laporan seseorang itu laporan tanggal 25 Mei kemudian kejadian itu 24 Mei di Jakarta Selatan," kata Cathy di Gedung Bareskrim Polri, Minggu (26/5/2019).

 Mustofa Nahrawardaya

Sementara itu, kuasa hukum Mustofa, Djuju Purwantoro menyebut bahwa, pihaknya tidak terlalu mengenal sosok yang melaporkan kliennya itu ke Bareskrim Polri.

 Baca juga: Istri Mustofa Nahrawardaya: Saya Belum Tahu Kuasa Hukum yang Dikirim BPN

"Laporannya sekitar tanggal 25 an, setelah dilaporkan. Iya kira-kira begitu (ditangkap setelah satu hari ada laporan)," ujar Djuju.

Mustofa diciduk dirumahnya di Bintaro ketika dini hari tadi atau menjelang sahur. Kini dia telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan hoaks.

Dalam surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks. Hal itu berdasarkan adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

 Baca juga: Sambangi Bareskrim, Istri Mustofa Nahrawardaya Bawakan Obat

Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini