Contoh yang kedua, sambung Amran, jika Balai Veteriner sukses mengembangkan sapi Belgian Blue setidaknya 5 ekor, dapat dipastikan masyarakat datang berbondong-bondong ingin mengadopsi ternak sapi tersebut.
"Begitupun dengan pengembangan ternak ayam kampung, harus menjadi contoh dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar," imbuhnya.
Oleh karena itu, Amran meminta kepada kepala UPT untuk segera membangun role model pengembangan pertanian 4.0 dengan mengoptimalkan lahan tidur. Setiap UPT membangun satu paket bercocok tanam yang berstandar pertanian 4.0, sehingga menjadi contoh bagi pembangunan pertanian di daerah masing-masing.
"Jadi para kepala UPT yang hadir ini, pulang nanti harus langsung berbuat, seluruh lahan tidak boleh nganggur. Jadikan sebagai model atau contoh pertanian 4.0 yang sukses," tuturnya.
"Jadi pertanian 4.0 itu, bertani dengan cerdas, teknologi berbasis digital, yang mengerjakan robot. Misal tanam jagung itu dilakukan robot. Ini harus kita wujudkan di daerah masing-masing," pinta Amran.