nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Bentrok Tewaskan 4 Warga, Suasana di Distrik Fayit Papua Sudah Kondusif

Edy Siswanto, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 20:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 27 340 2061009 sempat-bentrok-tewaskan-4-warga-suasana-di-distrik-fayit-papua-sudah-kondusif-JNU5pKCwxg.jpg

JAYAPURA - Pasca bentrok masa pendukung Caleg di Asmat hingga mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan satu luka-luka akibat tertembak TNI, Kodam XVII/Cenderawasih bentuk tim investigasi.

Hal ini disampaikan Kapendam XVII/ Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, melalui siaran pers, Senin (27/5/2019) malam.

"Jadi setelah peristiwa tadi pagi, Tim gabungan TNI/Polri dan Kesbangpol dari Distrik Agats Kabupaten Asmat, telah berhasil menenangkan massa. Dan sekarang situasi kondusif,"kata Aidi.

Ilustrasi Bentrokan

Setelah menerima laporan Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI Yosua Pandit Sembiring segera bertidak cepat dan berkoordinasi dengan Kapolda Papua serta Komnas Ham Papua untuk membentuk tim investigasi guna mendapatkan keterangan yang akurat.

"Rencana besok pagi, tim investigasi yang terdiri dari unsur Pomdam XVII/Cenderawasi, Kumdam XVII/Cend, Kesdam XVII/Cend, Korem 174/ATW, Polda Papua dan Komnas HAM Papua akan berangkat ke Fayet. Tim akan dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW Brigje TNI R. Agus Abdurrauf," jelasnya.

(Baca Juga: Kantor Distrik Fayit Diserang Massa Caleg, 4 Orang Dikabarkan Tewas)

Sebelumnya, Kantor Distrik di Kampung Fayit, Distrik Fayit, Kabupaten Asmat Papua diserang sekelompok massa diduga dari pendukung salah satu calon legislatif (caleg) yang tidak terima hasil keputusan pemilihan legislatif (Pileg). Penyerangan dan perusakan itu terjadi pada Senin (27/5/2019) sekira pukul 10.00 WIT.

(Baca Juga: Penyerangan ke Kantor Distrik Fayit Didalangi Caleg yang Kecewa Hasil Pemilu)

Menurut Kapendam XVII/Cend Kolonel Inf Muhammad Aidi, dari informasi yang berhasil dihimpun, salah seorang caleg dari salah satu partai politik merasa dirinya mendapatkan kursi. Namun, nama yang bersangkutan digantikan dari orang lain dari Partai yang sama oleh ketua Partai.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini