Mustofa Nahra Jadi Tersangka, TKN: Memang Harus Diberi Pelajaran

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 07:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 27 605 2060695 mustofa-nahra-jadi-tersangka-tkn-memang-harus-diberi-pelajaran-XIvb6FtGdA.JPG Anggota BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya (Foto: Instagram)

JAKARTA - Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya ditetapkan oleh pihak Kepolisian sebagai tersangka dalam kasus Hoaks kerusuhan 22 Mei. TKN pun mendukung sikap Polri dalam memberantas Hoaks yang di media sosial.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin sangat mendukung pihak Polri dalam memberantas hoaks. Apalagi sebagai politisi seharusnya dapat menjaga sikap didalam berpolitik.

“Politisi abal-abal yang asbun seperti yang bersangkutan memang harus diberi pelajaran,” ungkap Irma saat dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (26/5/2019).

Irma menyayangkan sikap Mustofa yang dimana saat bulan ramadan masih saja menyebarkan berita hoaks. Padahal bulan ramadan seharusnya memperbanyak amalan ibadah.

“Bulan Ramadan saja masih bisa bikin hoaks ! Dimana itu yang bersangkutan meletakkan martabatnya sebagai politisi,” ujarnya.

Irma

Baca Juga: Gugat Hasil Pilpres, BPN Prabowo-Sandi Jalankan Skenario Damai

Karena itu, Irma pun berharap Mustofa dapat mendapatkan efek jera dari peristiwa yang dihadapinya saat ini.

“Hukum harus memberi efek jera, agar tidak sembarangan bikin fitnah dan merusak kerukunan bangsa,” tandasnya.

Dalam surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks. Hal itu berdasarkan adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946. (edi)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini