nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Bekasi Nonaktif Neneng Hasanah Divonis 6 Tahun Penjara Terkait Suap Meikarta

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 15:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 29 525 2061809 bupati-bekasi-nonaktif-neneng-hasanah-divonis-6-tahun-penjara-terkait-suap-meikarta-zwkZJFLh5q.jpg Bupati Nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin divonis 6 Tahun Penjara (Foto: CDB/Okezone)

BANDUNG - Pengadilan Tipikor PN Bandung memutuskan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin divonis 6 tahun penjara. Hakim menyatakan Neneng terbukti bersalah menerima suap terkait proyek perizinan Meikarta.

"Mengadili terdakwa Neneng Hasanah Yasin hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan 4 bulan penjara," ucap hakim saat membacakan amar putusannya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (29/5/2019).

Hakim menyatakan Neneng terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Neneng dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Tindak Pidana Korupsi.

Neneng Hasanah

Hakim menyatakan Neneng terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp 10,630 miliar dan SGD 90 ribu terkait proyek perizinan Meikarta.

Vonis ini lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa KPK selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp 250 juta subsider 4 bulan kurungan.

(Baca Juga: Baca Pledoi dengan Suara Bergetar, Neneng Hasanah Akui Salah)

Sementara itu, terdakwa lainnya Jamaludin merupakan Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Dewi Tisnawati sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu/PMPTSP Pemkab Bekasi, Sahat Maju Banjarnahor adalah Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi, dan Neneng Rahmi Nurlaili menjabat Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, divonis 4 tahun 6 bulan penjara.

(Baca Juga: Sidang Meikarta, Neneng Minta Hukumannya Diringankan karena Masih Urus Anak)

"Menyatakan terdakwa Jamaludin, Dewi Tisnawati, Sahat Maju Banjarnahor dan Neneng Rahmi Nurlaiali telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata hakim.

Selain itu, empat terdakwa juga harus membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis terhadap anak buah Neneng ini lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa KPK yang menuntut keempatnya hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini