CIREBON - Saat ini, jalur Pantai Utara (Pantura) bukan lagi menjadi pilihan utama para pemudik sejak tersambungnya jalan tol Trans-Jawa. Bahkan, jalur Pantura sudah beralih fungsi sebagai jalur alternatif, ketika arus lalulintas di jalan tol Trans-Jawa sedang mengalami kepadatan.
Menurut Vice Presidential Director PT Lintas Marga Sedaya, Firdaus Azis selaku pengelola Tol Cipali mengungkapkan, salah satu faktor yang mengakibatkan peningkatan volume kendaraan di Tol Cipali adalah, banyaknya masyarakat yang penasaran dan ingin mencoba berkendara di jalan tol Trans-Jawa.
"Peningkatan jumlah kendaraan terjadi karena banyak faktor, diantaranya euforia terhadap Trans-Jawa yang sudah tersambung sejak Desember 2018. Pemudik ingin mencoba tol yang baru," jelasnya kepada wartawan, pada Kamis (30/5/2019).
Akan tetapi, meski jalur Pantura sudah tidak lagi menjadi pilihan utama pemudik, nyatanya jalur Pantura masih memiliki beberapa keunggulan, dibandingkan jalan tol Trans-Jawa. Khususnya pada musim mudik lebaran 2019.
Berikut ini, Okezone telah merangkum 5 keunggulan saat mudik melalui jalur Pantura, dibandingkan dengan mudik melalui jalan tol Trans-Jawa.
1. Mudah Berburu Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Pantura

Dibeberapa rest area di tol Trans-Jawa, memang banyak tersedia menu-menu kuliner atau oleh-oleh khas Pantura. Namun, ketika para pemudik lebih memilih melintas di jalur Pantura, para pemudik bisa menemukan toko oleh-oleh, atau rumah makan yang menjamur di sepanjang jalur Pantura.
Kuliner atau oleh-oleh khas Pantura seperti telur asin dari Brebes, sirup tjampolay dan kerupuk mlarat dari Cirebon, serta yang lainnya, bisa langsung dibeli tanpa harus mampir ke rest area.
Selain itu, para pemudik juga bisa melihat keramahan-keramahan masyarakat sepanjang jalur Pantura, ketika membeli oleh-oleh atau mencicipi kuliner khas Pantura.