nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadilan Irak Vonis Mati 2 Orang Prancis yang Menjadi Anggota ISIS

Antara, Jurnalis · Senin 03 Juni 2019 05:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 02 18 2063248 pengadilan-irak-vonis-mati-2-orang-prancis-yang-menjadi-anggota-isis-nwViL25P6T.jpg Ilustrasi Teroris

BAGDHAD - Satu pengadilan Irak pada Ahad memvonis mati dua warga negara Prancis, setelah keduanya terbukti bersalah menjadi anggota ISIS, kata seorang jaksa penuntut umum.

Irak melaksanakan pengadilan ribuan tersangka petempur IS, termasuk ratusan orang asing, dan banyak orang ditangkap setelah kubu kelompok tersebut runtuh.

 Baca juga: Tiga WN Prancis yang Bergabung dengan ISIS Dijatuhi Hukuman Mati di Irak

Mengutip laman Antaranews, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengatakan, Prancis menghormati kedaulatan Irak, tapi menentang hukuman mati.

Hukuman pada Ahad tersebut membuat jumlah warga negara Prancis yang menghadapi hukuman mati di Irak jadi sembilan, kata jaksa penuntut umum --yang menambahkan tiga warga negara Prancis lagi dijadwalkan diadili pada Senin.

 Baca juga: Pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi Diduga Berada di Afghanistan

"Ada bukti yang cukup untuk menjatuhkan hukuman mati. Mereka berdua adalah petempur organisasi teroris IS," kata jaksa mengenai vonis tersebut. Kedua terpidana bisa mengajukan banding.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian pada Selasa mengatakan Prancis akan meningkatkan upaya diplomatik guna mencegah empat warga negaranya dihukum mati di Irak, setelah mereka dijatuhi hukuman mati karena menjadi anggota ISIS.

 Baca juga: Kelompok Kristen Berupaya Ambil Kembali Benda Purbakala yang Dicuri ISIS

Semua sembilan warga negara Prancis yang divonis sejauh ini diekstradisi ke Irak pada Februari dan beberapa sumber militer pada saat itu mengatakan 14 warga negara Prancis termasuk di antara 280 tahanan Irak dan orang asing yang diserahkan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SFP), yang didukung AS.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini