nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Universitas Top Australia Diretas, Data Mahasiswa Selama 19 Tahun Diakses Hacker

Antara, Jurnalis · Selasa 04 Juni 2019 17:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 04 18 2063711 universitas-top-australia-diretas-data-mahasiswa-selama-19-tahun-diakses-hacker-qapeXTBgDd.jpg Hacker (Reuters)

SYDNEY - Satu universitas papan-atas Australia mengatakan ada peretas (Hacker) yang menerobos pertahanan mayanya sejak akhir tahun 2018.

Pasalnya, peretas tersebut memperoleh data sensitif mahasiswa, termasuk nomor rekening bank dan perincian paspor, sejak hampir dua dasawarsa lalu.

 Baca juga: "Egg Boy" Sumbang Rp995 Juta untuk Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

Melansir laman antaranews, universitas tersebut, Australian National University (ANU) mengatakan tanpa memberikan perincian bahwa peretasan itu dilakukan oleh "satu operator canggih".

 Ilustrasi peretasan

Satu serangan maya sebelumnya, yang diungkapkan oleh ANU pada Juli tahun lalu, gagal mengumpulkan informasi sensitif. Laporan media pada saat itu mengutip beberapa sumber, yang mengatakan peretasan tersebut berasal dari China.

 Baca juga: PM Australia Scott Morrison Umumkan Kabinetnya yang Baru

Menurut World University Rangkings, ANU adalah universitas terbaik di Australia dan banyak lulusannya mengisi posisi tinggi di pemerintah, sehingga memperlihatkan besarnya kepekaan keamanan dalam peretasan data tersebut.

"Lembaga masyarakat nasional melakukan perekrutan langsung dari ANU," kata Fergus Hanson, Kepala Pusat Kebijakan Maya Internasional di lembaga kajian Australian Strategis Policy Institute.

"Untuk memiliki informasi seputar orang tertentu yang bekerja di berbagai departemen ... itu akan sangat bermanfaat."

 Baca juga: Turis Indonesia Ditahan di Perth Bawa Bahan Porno Anak-Anak

China terus membantah bahwa negeri itu terlibat dalam serangan peretasan di mana pun. Kedutaan besarnya di Australia serta Kementerian Luar Negeri di Beijing tidak menanggapi permintaan Reuters untuk berkomentar.

Meskipun China telah membantah, Australia mengutip peristiwa serupa sebagai bukti bahwa China mencampuri urusan dalam negerinya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini