Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ada yang Baru di Toba Caldera World Music Festival, Jangan Lewatkan

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 06 Juni 2019 |07:14 WIB
Ada yang Baru di Toba Caldera World Music Festival, Jangan Lewatkan
Foto: Kemenpar
A
A
A

Rithaony menjelaskan, karya-karya world music umumnya merepresentasikan musik-musik tradisi yang sudah berakar di masyarakat. Juga, musik-musik baru yg memiliki unsur tradisi dunia. Atau, sering disebut ‘world fusion’, karena memfusikan beberapa unsur-unsur musik dari beberapa tradisi dunia.

“World music kemudian berkembang dan menjadi sangat popular dalam bentuk-bentuk festival di dunia. Di Indonesia sendiri festival world music pertama pernah dibuat di Bali, yaitu Bali World Music Festival pada tahun 2002. kemudian diikuti beberapa kota lain seperti, Bandung (Jabar), Pekanbaru (Riau), Sawahlunto dan Padang (Sumbar) dan Banda Aceh (NAD),” paparnya.

Tahun ini, TCWMF 2019 mendapat dukungan banyak pihak. Seperti Kementrian Pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF); Pemkab Toba Samosir; Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementrian Koperasi-UKM; dan beberapa lembaga lainnya.

Direktur Pemasaran BPODT Basar Simanjuntak, mengaku sengaja memilih lokasi festival yang jaraknya sekitar duapuluh lima menit dari Bandara Silangit dan Kota Balige.

“Agar, para pengunjung dapat secara lebih mudah mengakses dan hadir meramaikan kegiatan festival. TCWMF 2019 ini merupakan bagian dari salah satu yang mengawali kalender event kepariwisataan di Danau Toba pada tahun ini. Festival ini diharapkan juga menjadi satu model pengembangan pariwisata berbasis kegiatan yang berkelanjutan di Danau Toba. Juga diharapkan dapat menjadi ajang berkumpulnya para komunitas world music dunia,” paparnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, TCWMF 2019 akan diramaikan kelompok musisi bergenre world music yang sudah tidak asing lagi. Diantaranya Suarasama (Irwansyah Harahap) dan Kua Etnika (Jaduk Ferianto); Mataniari (Toba roots music) feat “Si Raja Seruling” Marsius Sitohang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement