nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Cara Polisi Ini Buat Mudik di Jalur Selatan Jadi Lebih Lancar

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 09:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 10 525 2064856 6-cara-polisi-ini-buat-mudik-di-jalur-selatan-jadi-lebih-lancar-sDAZe4zfVC.jpg Delapan gerbang tol Cileunyi dibuka untuk pengendara melintas selama arus mudik dan balik 2019 demi mengantisipasi antrean kendaraan. (Ist)

BANDUNG – Kelancaran arus mudik dan arus balik di Jalur Selatan Jawa Barat pada musim Lebaran 2019 ini jauh lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan selama musim tersebut baru terjadi sekali kemacetan parah yakni pada hari kedua Lebaran.

Kasat Lantas Polres Bandung, AKP Hasby Ristama, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari hasil dari kerja keras anggotanya yang menerapkan enam pendekatan untuk mengatasi kemacetan di Jalur Selatan, mulai dari Nagreg hingga Cileunyi.

Pendekatan pertama, yakni dengan menerapkan skema satu arah atau one way. Skema itu dilakukan tiap kali jalur Nagreg mengalami kepadatan.

"Bahkan, (Minggu 9/6/2019-red) kami sudah melakukan sistem one way sebanyak tiga kali. Dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung via Nagreg, kami terapkan one way," kata Hasby kepada Okezone, Senin (10/6/2019).

Kedua, yakni dengan mensterilkan sejumlah jalur yang menjadi hambatan lalu lintas, salah satunya pada terowongan Nagreg. Di terowongan itu, pemudik sering kali berhenti untuk melakukan swafoto karena terowongan itu dikenal memiliki bentuk yang menarik.

Polisi tertibkan pemudik yang kerap berhenti sejenak untuk berfoto di terowongan Nagreg saat musim mudik. (Foto : Ist)

"Jadi kami turunkan petugas di sana untuk mengingatkan pemudik untuk tidak berhenti dan selfie karena sebelum jembatan Nagreg itu jalurnya tanjakan cukup panjang. Apabila ada hambatan, akan menjadi kepadatan yang parah," tutur Hasby.

Pendekatan ketiga ialah dengan membagi lalu lintas Jalan Raya Nagreg yang ditempuh para pemudik arus balik setelah melintasi kawasan Nagreg. Jalan Raya Nagreg yang mulanya dipakai dengan sistem dua banding dua (masing-masing dua jalur ke arah timur dan barat), kini diubah menjadi tiga banding satu.

Polisi atur lalu lintas saat arus mudik di Jalur Selatan Jabar. (Ist)

"Tiga jalur untuk laju kendaraan menuju Jakarta dan Bandung, sementara satu jalur untuk kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya," tutur Hasby.

Kemudian, keempat dengan kanalisasi di daerah Cileunyi terhadap kendaraan bermotor dan aktivitas menyeberang di Pasar Dangdeur, Rancaekek. Dengan kanalisasi yang diterapkan lewat seutas tali itu, polisi membatasi gerak masyarakat yang menyeberang.

"Kanalisasi juga berfungsi untuk membatasi masyarakat yang hendak menyebrang jalan. Biasanya, itu yang membuat daerah pasar dan persimpangan menjadi penyebab kemacetan," ucapnya.

Kelima, meminimalkan terminal bayangan di kawasan Cileunyi. Polres Bandung mensterilkan persimpangan Cileunyi yang biasanya ramai akibat adanya terminal bayangan. Itu karena keberadaan terminal bayangan tersebut arus lalu lintas akan terhambat dan laju kendaraan pemudik menuju Gerbang Tol Cileunyi menjadi terganggu.

Polisi atur lalu lintas saat arus mudik di Jalur Selatan Jabar. (Ist)

"Karena ada terminal bayangan yang cukup padat, masyarakat juga banyak yang menunggu kendaraan di sana. Jadi kami bersihkan sehingga kemacetan gerbang tol tidak lebih dari 20-30 meter," katanya.


Baca Juga : Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali Hingga Kini Tercatat 43 Kasus

Terakhir yakni berkejasama dengan Jasa Marga dengan membuka Gerbang Tol Cileunyi menjadi delapan pintu, meski belum terdapat penumpukan kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.

"Apabila delapan gerbang tol masih membuat macet, kami maksimalkan dengan penambahan card reader," tuturnya.


Baca Juga : Tol Cikampek Kembali Terapkan One Way Arah Jakarta Mulai KM 47

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini