nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Ujung Masa Jabatan, Pimpinan KPK Akui Masih Banyak Kasus Belum Tuntas

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 15:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065690 di-ujung-masa-jabatan-pimpinan-kpk-akui-masih-banyak-kasus-belum-tuntas-u8TCFo0dsb.jpg Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

JAKARTA - Di ujung masa jabatannya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengakui masih banyak kasus yang belum terselesaikan selama empat tahun ia memimpin lembaga antirasuah. Kasus-kasus tersebut di antaranya, kasus korupsi Bank Century serta kasus pengadaan pesawat dan mesin pesawat PT Garuda Indonesia.

"Ya banyak ini (yang belum dituntaskan) ada Century juga, kemudian Garuda, kemudian yang lain-lain lagi," ungkap Saut usai bertemu dengan pansel capim KPK di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Sekadar informasi, masa kepemimpinan KPK jilid IV akan habis pada akhir tahun ini. ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk mencari calon pimpinan jilid V masa jabatan 2019-2023.

Gedung KPK

(Baca Juga: KPK Percepat Penyidikan Sjamsul Nursalim untuk Segera Disidang In Absentia)

Saat ini, KPK baru membuka penyidikan baru sebuah kasus besar yakni, terkait dugaan koru‎psi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan menetapkan pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim sebagai tersangka.

Namun, Sjamsul dan Itjih saat ini sudah permanent resident (menetap) di Singapura. KPK telah berulang kali memberikan surat panggilan pemeriksaan terhadap keduanya pada saat proses penyelidikan. Keduanya kerap mangkir alias tidak pernah hadir memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

Saut bertekad memaksimalkan segala upaya untuk dapat segera merampungkan penyidikan Sjamsul Nursalim. KPK ingin mempercepat penyidikan Sjamsul dan segera menyidangkan meski tanpa kehadiran Sjamsul dan istri di persidangan atau in absentia.

"Banyak cara yang bisa kita pakai. Tetapi, yang jelas ita harus masuk secepatnya prosesnya di pengadilannya, itu dulu," ‎ungkapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini