MAKASSAR - Empat makam yang usianya sudah puluhan tahun dibongkar oleh oknum Calon Legiatif (Caleg) yang tidak lolos pada Pileg 2019. Foto-foto dan video pembongkaran makam tersebar ke media sosial dan menjadi viral.
Diketahui pembongkaran makam itu terjadi Kelurahan Pate'ne, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan terjadi pada Minggu 10 Juni 2019.
Baca Juga: Makam Dibongkar karena Caleg, Sosiolog: Beda Pilihan Tak Perlu Rusak Persaudaraan

Dalam foto yang beredar di sosial media itu, beberapa orang sedang membongkar makam menggunakan peralatan berupa palu.
Lurah Patene, Darul A. Rahmat, membenarkan foto-foto pembongkaran makam yang viral di medsos.
"Bahwa betul adanya pembongkaran kuburan dan ada 4 yang dibongkar paksa lantaran adanya perselisihan simpang siur antara oknum caleg dan kerabat jazad yang dibongkar," kata Darul kepada wartawan, Rabu 12 Juni 2019.
Diketahui, Caleg itu bernama Burhan Talli dari Partai Gerindra Kabupaten Takalar. Ia mendatangi rumah kerabatnya dan meminta agar empat jasad yang ada di makam itu dipindahkan.
Empat makam itu kemudian dibongkar dan jasad pindahkan, lantaran diduga imbas dari tidak lolosnya Burhan pada Pileg bulan lalu.
Keluarga Jasad, Abdul Rauf Daeng Ngampa, mengatakan oknum caleg dari partai Gerindra itu marah lantaran tak didukung pemilu kemarin. Sehingga kata dia, dirinya diminta agar makam yang ada dipemakaman milik oknum Caleg, serta 4 kuburan itu harus dibongkar.
"Saya sungguh kecewa berat dan sakit (hati), namun apa daya kami harus gali dan pindahkan jasad tersebut ke tempat lain," ungkapnya.
Menurut Rusli, orang yang sudah meninggal ikut menjadi korban karena hanya persoalan beda pilihan.
Baca Juga: Gara-Gara Beda Pilihan Caleg, Makam Kakek dan Cucu di Gorontalo Dipindah

"Terus terang saya sangat kecewa karena hanya beda pilihan keluarga kami yang sudah meninggal jadi korban. Ini kejamnya politik," ungkap Daeng Ronrong sapaan akrab dari Rusli.
Diketahui 4 jasad tersebut, masing-masing bernama Mallarangan Daeng Ngopa, Sugi Daeng Ngiji, Baso Daeng Tunru dan Burhayati Daeng Lebong. Kini empat kuburan tersebut telah dipindahkan ke tanah keluarga besar Abdul Rauf Daeng Ngampa tidak jauh dari pemakaman sebelumnya.
(Fiddy Anggriawan )