nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pura-pura Bajak Pesawat, Seorang Pengusaha India Dipenjara Seumur Hidup

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 11:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 13 18 2065985 pura-pura-bajak-pesawat-seorang-pengusaha-india-dipenjara-seumur-hidup-nV2GxQCqB1.jpg Foto: Reuters.

MUMBAI - Seorang pengusaha asal India dipenjara seumur hidup setelah menaruh surat palsu pembajakan di toilet pesawat dalam penerbangan Jet Airways dari Delhi ke Mumbai.

Birju Salla mengatakan bahwa dia berharap operasi maskapai Jet Airways di Delhi ditutup karena tindakannya itu agar pacarnya, yang merupakan seorang pramugari maskapai tersebut, mau tinggal bersamanya di Mumbai.

Selain dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas tindakannya tersebut, Birju juga dijatuhi denda sebesar 50 juta Rupees (sekira Rp10 miliar). Demikian diwartakan BBC, Kamis (13/6/2019).

Salla merupakan orang pertama yang diadili di bawah undang-undang baru anti-pembajakan India. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa hukuman minimum untuk kejahatan pembajakan adalah penjara seumur hidup dan hukuman yang maksimal adalah hukuman mati.

Pengusaha itu mengaku telah menulis dan mencetak surat ancaman tersebut di kantornya di Mumbai sebelum ikut dalam penerbangannya pada Oktober 2017.

Surat tersebut berisi bahwa terdapat 12 pembajak dan beberapa bahan peledak sudah dipasang di dalam pesawat, dan menuntut agar penerbangan ini dialihkan ke wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan.

Salla ditangkap setelah pesawat melakukan pendaratan darurat di Ahmedabad, sejauh 778 kilometer dari tempat tujuan.

Pada saat itu, dia memiliki hubungan gelap dengan seorang pramugari dari Delhi.

Salla dilaporkan sudah meminta pramugari itu untuk pindah ke Mumbai, akan tetapi pramugari tersebut menolak. Dengan memfitnah Jet Airways, Salla berharap pramugari tersebut akan kehilangan pekerjaannya dan terpaksa akan ikut ke Mumbai bersamanya.

Penyelidik mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Salla tidak melakukan pembajakan. Meletakkan surat ancaman masih dianggap sebagai upaya pembajakan menurut undang-undang India.

Hakim memutuskan bahwa setiap pilot akan menerima 100.000 rupee untuk penderitaan yang mereka alami dari denda yang akan dibayar Salla. Selain itu, setiap pramugari juga akan menerima 50.000 Rupee, sementara setiap penumpang mendapat 25.000 rupee.

Pengacara Salla, Rohit Verma, mengatakan akan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.

Jet Airways merupakan salah satu maskapai terbesar di India, namun tahun ini perusahaan itu terpaksa menunda penerbangan domestik dan internasionalnya karena mengalami kesulitan keuangan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini