nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Setnov Pelesiran Keluar dari Lapas Sukamiskin Bandung

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 02:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 16 525 2066903 kronologi-setnov-pelesiran-keluar-dari-lapas-sukamiskin-bandung-hDxnk2lXSW.jpg Setya Novanto dipindah ke Lapas Gunung Sindur Bogor. (Foto: Okezone)

BOGOR – Terpidana kasus korupsi E-KTP, Setya Novanto, tepergok pelesiran keluar dari Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, saat izin berobat ke rumah sakit. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Barat Liberti Sitinjak pun meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian itu.

"Saya selaku pimpinan pemasyarakatan dan pimpinan Kanwil Kemenkumham Jabar mengucapkan mohon maaf ke publik. Ini murni keteledoran staf saya di lapangan," kata Liberti, di Rutan Kelas II B Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/6/2019).

(Baca juga: Setnov Dipindah ke Lapas Gunung Sindur Setelah Tepergok Pelesiran)

Ia menjelaskan, awalnya pada Selasa 14 Juni, Setnov izin keluar Lapas Sukamiskin Kota Bandung untuk menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit. Guna memastikan, Liberti menyempatkan diri mengecek langsung keberadaan mantan ketua DPR RI itu di rumah sakit.

"Hari Selasa, saya menerima laporan dari Kalapas, Setnov perlu perawatan lanjutan di salah satu rumah sakit jam 8 pagi. Laporan itu saya tindak lanjuti dengan melakukan sidak dan benar pada saat itu saya temukan tiga orang dalam satu kamar. Satu orang atas nama Setnov sedang ada infus di tangan sebelah kanan satu lagi mengaku istri dan satu orang mengaku anaknya perempuan juga," jelasnya.

Setya Novanto. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Saat pengecekan tersebut, Liberti mengaku sudah memperingatkan kepada Setya Novanto agar memanfaatkan betul izin yang telah diberikan.

"Saya sempat tanyakan sakit apa, yang bersangkutan bilang ke saya bahwa tangan sebelah kiri tidak bisa bergerak sehingga dibutuhkan perawatan di rumah sakit itu. Pada saat itu saya sempat menasihati gunakan waktu ini betul-betul saudara dirawat untuk bisa sehat. Dia menyatakan iya pak terima kasih dan saya lngusng kembali ke kantor," tambahnya.

(Baca juga: Kemenkumham Dalami Motif Setnov Pelesiran di Padalarang)

Tiga hari kemudian Liberti justru mendapat kabar dari Lapas Sukamiskin Bandung adanya kabar di media sosial bahwa Setya Novanto pada Jumat 14 Juni 2019 tepergok pelesiran.

"Hari Jumat kemarin jam 7, saya dapat laporan dari Kalapas ada berita di media sosial bahwa Setnov pelesiran di salah satu tempat di Padalarang. Saya katakan sekarang juga periksa itu pengawal dan ditempat berbeda Setnov juga diperiksa," ungkapnya.

Pengawal tersebut mengaku sempat kehilangan jejak setelah Setya Novanto bersama istrinya izin menyelesaikan administrasi. Setya Novanto tidak kunjung kembali ke ruangannya hingga sore hari.

"Pukul 13.45 WIB, Setnov dan istrinya turun ke bawah karena dia dirawat di lantai 8 untuk menyelesaikan adminstrasinya, karena hari itu ada pemberitahuan rumah sakit sudah boleh pulang. Karena dia masih pakai kursi roda, keyakinan staf kita hanya untuk kepentingan itu karena barang-barangnya juga masih di kamar itu belum check out bener, pengawal menunggu di pintu kamar. Tapi satu jam, dua jam ditunggu, (Setnov) belum juga naik di cek ke bawah bagian kasir juga tidak ada," beber Liberti.

(Baca juga: Setnov Kabur Pelesiran dan Terkuaknya Misteri Wanita dengan Tas Merah)

Sekira pukul 17.45 WIB, Setya Novanto akhrinya kembali ke rumah sakit dan selanjutnya dibawa ke Lapas Sukamiskin. Berdasarkan kronologi tersebut, Liberti meyakini bahwa foto-foto kabar pelesiran Setya Novanto di media sosial benar adanya.

Setya Novanto. (Foto: Okezone)

"Inilah kornologis sebenarnya, berarti ada indikasi kebenaran kalau dia sempat pelesiran. Karena staf saya itu bagian pengawalan saya tanya memang benar terputus pengamanannya secara melekat dan indikasi (pelesiran) di media sosial itu kemungkinan benar udah cukup bisa diterima," ucapnya.

(Baca juga: Setnov Dijebloskan ke Sel Khusus Teroris di Rutan Gunung Sindur)

Berdasarkan itulah Liberti langsung memutuskan bahwa Setya Novanto harus dipindah ke Rutan Kelas IIB Gunung Sindur, Bogor. Pihaknya pun akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Setya Novanto dan pengawalnya terkait kasus ini.

"Malamnya saya ambil keputusan Setnov menyalahgunakan izin berobat, ini pelanggaran berat. Saya putuskan memindahkannya ke Rutan Gunung Sindur. Harapan saya Selasa semua berita acara pemeriksaan Setnov dan pengawalnya selesai agar saya tahu benang merahnya dan menentukan hukuman yang pantas dari kelalaian itu," tutup Liberti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini