nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Lembata NTT Resah saat Merasakan Goyangan Gempa Magnitudo 5,6

Adi Rianghepat, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 14:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 17 340 2067338 warga-lembata-ntt-resah-saat-merasakan-goyangan-gempa-magnitudo-5-6-HKyb5rxR83.jpg Ilustrasi Gempabumi (foto: Shutterstock)

KUPANG - Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 17 Juni 2019 pukul 12.43.31 WIB. Gempa yang ikut mengguncang perairan Laut Sawu itu tak berpotensi tsunami, namun membuat panik warga di Kota Larantuka Ibu Kota Flores Timur.

"Kami tak merasakan guncangan itu, namun kami agak resah," ujar seorang warga Kota Larantuka Ade No kepada Okezone, Senin (17/6/2019).

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,6 Goyang Lembata NTT, Tak Berpotensi Tsunami 

Dia mengaku tak merasakan guncangan, namun agak resah, karena daerah itu pernah luluh lantak akibat bencana alam dan gempa bumi pada 1979 silam. Bahkan saat itu, tsunami ikut dalam gejala alam itu dan melanda pulau lain sekitarnya di Kabupaten Lembata yang kala itu masuk dalam daerah otonomi Flores Timur.

Ilustrasi Gempa (foto: Shutterstock) 

Kepala Staisun Geofisika Kampung Baru Kupang Robert Owen Wahyu mengatakan, gempa yang terjadi merupakan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,4 SR.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,94 LS dan 123,01 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 68 km arah selatan Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 118 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Sawu ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault).

Baca Juga: Lombok Utara Dilanda Gempa Bermagnitudo 4,3 

Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempabumi ini adalah subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Lembata, Ende dengan intensitas III-IV MMI, Waingapu, Larantuka, Alor II-III MMI,Kupang, Rote I-II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hingga pukul 13.08 WIB, lanjut dia, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini