nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apresiasi Pemberantasan Rokok Ilegal, Pemprov Jateng Kucurkan Dana Hibah Rp1,5 M untuk Bea Cukai

Selasa 18 Juni 2019 18:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 1 2067973 apresiasi-pemberantasan-rokok-ilegal-pemprov-jateng-kucurkan-dana-hibah-rp1-5-m-untuk-bea-cukai-pWPiHuCtto.jpg Foto: dok.Humas Bea Cukai

SEMARANG – Grafik penerimaan pajak rokok selama tiga tahun terakhir di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berada pada grafik yang bagus karena realisasinya selalu melebihi apa yang ditargetkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, pada Apel Gempur Rokok Ilegal dan Serah Terima Dana Hibah dari Pemerintah Provinsi Jateng kepada Bea Cukai Jateng DIY, Senin, 17 Juni 2019.

Penerimaan pajak rokok yang selalu meningkat tersebut berbanding lurus dengan penerimaan cukai dan upaya peningkatan pemberantasan rokok ilegal yang beredar di pasaran. Sebagai bentuk apresiasi dan untuk mendukung segala upaya pemberantasan rokok ilegal, Pemprov memberikan dana hibah dari pajak rokok sebesar Rp1,5 Miliar guna mendukung operasional penegakan hukum di bidang cukai.

Setelah pembacaan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Maimoen secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai atas kinerja yang telah dicapai saat ini, dan berharap bahwa operasi “Gempur Rokok Ilegal” dapat berjalan optimal.

“Saya berharap pada operasi kali ini tidak hanya memberantas saja, tetapi lebih dari itu yaitu menyadarkan bahwa betapa pentingnya usaha yang legal untuk masyarakat di Indonesia khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya.

Maimoen berharap dengan kontribusi hibah daerah dan semakin banyaknya kegiatan operasional, akan turut membantu dalam penurunan presentase peredaran rokok ilegal pada 2019, dan selanjutnya akan berbanding lurus meningkatkan penerimaan pajak rokok.

“Kami sebagai pemerintah daerah berharap agar upaya pemberantasan rokok ilegal di peredaran dapat optimal sehingga dapat memenuhi target yang sudah dibebankan oleh Menteri Keuangan sebesar 3%, syukur-syukur dapat melebihi target,” jelasnya.

Apel kali ini merupakan tonggak awal kampanye “Gempur Rokok Ilegal” yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, untuk menekan peredaran rokok ilegal hingga 3% di tahun 2019.

Sementara itu pengusaha rokok ilegal dihimbau agar berhenti menggelapkan uang rakyat karena operasi Gempur Rokok Ilegal akan terus ditingkatkan oleh Bea Cukai beserta aparat penegak hukum lainnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini