nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Haru Kakek Penjual Es di Tangsel saat Rumah Reotnya Dipugar Jadi Layak Huni

Hambali, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 22:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 19 340 2068479 kisah-haru-kakek-penjual-es-di-tangsel-saat-rumah-reotnya-dipugar-jadi-layak-huni-NCG4yXvZ99.jpg Kisah Haru Kakek Penjual Es di Tangsel saat Rumah Reotnya Dipugar Jadi Layak Huni (foto: Hambali/Okezone)

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Tangsel, Teddy Meiyadi, menerangkan, total pada tahun ini tercatat sudah ada sekira 59 unit rumah yang rampung menjalani program bedah rumah dan diserahterimakan kepada penghuninya.

"Bedah rumah itu sudah berjalan sejak 4 tahun lalu, 2016. Tahun ini targetnya ada 198 unit, sekarang realisasinya sudah 58 unit rumah per-awal Juni 2019. Nanti 140 unit lainnya bertahap sampai dengan Oktober 2019, InsyaAllah selesai semua. Kalau tahun lalu sebelumnya target 161 unit, jadi tahun ini meningkat targetnya," ungkap Teddy, usai serah terima 3 unit umah di lokasi.

Kisah Haru Kakek Penjual Es di Tangsel saat Rumah Reotnya Dipugar Jadi Layak Huni (foto: Hambali/Okezone)	 

Menurut Teddy, data pertahun 2016 mencatat ada sedikitnya 700-an unit rumah yang mengalami rusak berat dan harus diperbaiki. Hal itu tercatat dalam susunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2016 lalu. Tidak menutup kemungkinan, jumlah itu terus bertambah tiap tahunnya disebabkan kondisi ekonomi masyarakat.

"Saat saya menyusun RPJMD 2016 ada 700-an lebih, ini kan tidak menutup kemungkinan bertambah tiap tahunnya karena berbagai faktor. Maka ini akan menjadi prioritas ke depan, tiap tahun harus ada program bedah rumah," imbuhnya.

Untuk memerbaiki seunit rumah, dianggarkan dana maksimal Rp70 juta. Rumah yang mendapat perbaikan, haruslah memenuhi ketentuan yang ada, diantaranya mengalami kerusakan berat karena penghuninya berkategori miskin.

"Anggaran sekira Rp14 miliar pertahun untuk sekira 200-an unit rumah. Kami juga ingin nanti kalau yang rusaknya ringan, sedang, itu mungkin nanti ada CSR, ada Baznas, ada nanti bantuan dari lembaga-lembaga itu untuk yang rusak ringan. Kalau dari dinas, itu harus yang kondisinya rusak berat, jadi dibongkar semua," ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jika Kecamatan Ciputat diketahui merupakan wilayah yang kondisi rumah warganya terdata paling banyak untuk program bedah rumah. Meskipun di Kecamatan lain jumlahnya pun tak sedikit, misalnya Pondok Aren terdata memiliki target capaian bedah rumah tahun ini berjumlah 68 unit.

"Paling banyak Ciputat. Kenapa? karena penduduknya juga banyak di sana," tukasnya.

Saat ini, Kecamatan Pondok Aren telah merampungkan perbaikan berat pada 24 unit rumah yang tersebar di 11 kelurahan, yakni, Pondok Kacang Barat 3 unit, Perigi Baru 3 unit, Pondok Kacang Timur 4 unit, Perigi Lama 3 unit, Pondok Pucung 3 unit, Pondok Betung 1 unit, Pondok Aren 3 unit, Jurangmangu Barat 3 unit, dan Jurangmangu Timur 2 unit.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini