nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gedung SDN di Tangsel Ini Rusak Parah, Proyek Perbaikan Malah Digarap Perusahaan Beralamat Fiktif

Hambali, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 09:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 20 338 2068593 gedung-sdn-di-tangsel-ini-rusak-parah-proyek-perbaikan-malah-digarap-perusahaan-beralamat-fiktif-kpXg1JbXhn.jpg Gedung SDN Rawa Buntu 03 Tangsel rusak parah. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Gedung SDN Rawa Buntu 03 yang berada di Jalan Ciater Raya, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), nasibnya kian tak jelas. Pasalnya tender proyek perbaikan gedung justru dimenangkan oleh perusahaan yang alamat kantornya fiktif.

Dalam berkas yang dihimpun dari Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel tertera perusahaan pemenang tender perbaikan senilai sekira Rp2,8 miliar itu adalah CV Clara Cipta Sarana, dengan alamat kantor di Kampung Babakan, RT03 RW02, Lengkong Gudang, Serpong.

Namun begitu ditelusuri, rupanya pada alamat tersebut tak ditemukan adanya kantor CV Clara Cipta Sarana. Pengurus lingkungan setempat megungkapkan, tak ada bangunan kantor di wilayahnya, karena semua merupakan rumah warga.

(Foto: Hambali/Okezone)

"Saya pastikan di sini enggak ada nama itu, karena enggak ada kantor di sini, semua rumah tinggal," ungkap Saefudin, Ketua RT03 saat ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (19/6/2019) sore.

Dijelaskan Saefudin, beberapa waktu lalu pernah pula ada sejumlah orang mengenakan seragam dinas Pemkot menanyakan alamat kantor yang sama. Namun dia pun menjelaskan, bahwa tak ada nama kantor itu di lingkungannya.

"Saya bilang waktu itu, alamatnya doang yang benar ada, tapi itu perusahaan enggak ada di sini, karena semuanya rumah," tuturnya.

(Baca juga: Maut Mengintai Siswa SDN Rawa Buntu 03 Tangsel)

Diduga, kedatangan sejumlah petugas berpakaian dinas Pemkot itu untuk memverifikasi dan pengecekan berkas pemenang tender proyek perbaikan gedung SDN Rawa Buntu 03.

Jika demikian, ada kejanggalan dalam proses lelang tender perbaikan gedung sekolah tersebut. Pasalnya, hal ini adalah pengulangan untuk kesekian kali proyek pengerjaan gedung SDN Rawa Buntu 03 Tangsel dikelola bukan oleh perusahaan sebagaimana mestinya.

(Foto: Hambali/Okezone)

Sayangnya, pihak Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) selalu menghindar saat akan dimintai klarifikasi itu. Berulang kali dalam sejumlah kesempatan, baik kepala dinas, sekretaris dinas hingga kepala bidang terkait tak mau membeberkan kondisi terkini pembangunan gedung SDN Rawa Buntu 03.

Gedung SDN Rawa Buntu 03 sendiri kondisi fisiknya terbilang rapuh dan membahayakan. Bisa saja sewaktu-waktu bangunannya ambruk dan mengancam keselamatan jiwa para siswa maupun guru yang beraktifitas di dalamnya.

(Foto: Hambali/Okezone)

Saat mendatangi SDN Rawa buntu 03, Okezone mendapati bahwa gedung berlantai 3 itu tetap digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar. Hanya lantai 3 yang praktis tak ditempati, sedangkan lantai 1 dan 2 digunakan sebagai ruang kelas oleh para siswanya.

"Kalau lantai 3 ini sejak bangunan selesai dikerjakan kita enggak tempati, karena khawatir terjadi sesuatu, rawan dan berbahaya. Jadi hanya lantai 1 dan 2 saja yang digunakan, itupun banyak juga yang rusak, tapi karena sekolah enggak ada tempat alternatif lagi ya akhirnya dipakai juga," terang Rudi Darmawan, salah satu Guru SDN Rawa Buntu 03.

Pada lantai 3, kondisi seluruh lantainya nyaris mengalami retakan dan rusak parah. Bagian atap plafon serta dinding juga mengalami hal serupa. Bahkan tiang penyangga, terpasang miring tak sejajar sebagaimana mestinya. Getaran pun begitu terasa, saat kaki menapaki lantainya.

Secara sederhana siapapun pasti akan menilai, bahwa getaran itu pertanda adanya pengerjaan struktur fisik bangunan yang jauh dari standari. Sehingga jika ditempati untuk kegiatan belajar-mengajar, bisa sangat membahayakan.

"Itu kanopi-kanopi banyak yang retak, akhirnya beberapa kita hancurin sendiri. Karena takutnya, jatuh menimpa ke bawah. Lantainya juga kondisi begini, jadi tidak mungkin kita gunakan," ujar Rudi.

(Foto: Hambali/Okezone)

SDN Rawa Buntu 03 memiliki total sekira 190 siswa dan 40-an guru. Kegiatan belajar-mengajar di sekolah itu terbagi pada dua bangunan yang berdekatan satu sama lain. Satu bangunan lama terletak di bagian yang menjorok ke belakang halaman tengah sekolah. Sementara bangunan baru yang kondisinya dianggap rawan terdapat di bagian depan sekolah.

Gedung baru sekolah itu sebenarnya dikerjakan pada 2014/2015 lalu, dengan beberapa kali disebutkan sempat berganti kontraktor. Namun hingga tahun 2017 baru dinyatakan rampung pengerjaannya oleh perusahaan pemenang tender.

Meski begitu, pihak sekolah menolak serah terima kunci oleh pihak terkait, lantaran bangunan baru itu dianggap rawan dan membahayakan. Meskipun akhirnya, lantai 1 dan 2 tetap digunakan karena tak ada alternatif ruangan belajar lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini