Kawasan Simpang Lima Atambua pun terkoneksi dengan beberapa destinasi. Ada Air Terjun Mauhalek. Waktu tempuhnya sekitar 60 menit. Destinasi ini berada di Dusun Fatumuti, Raiulun, Lasiolat, Belu. Air Terjun Mauhalek posisinya tidak jauh dari garis demarkasi Indonesia-Timor Leste. Selain airnya yang sejuk dan jernih, kawasan ini didukung bentang alam yang eksotis.
“Atambua memang destinasi yang luar biasa. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya terbaik. Pokoknya KMPA 2019 harus menjadi destinasi utama. Publik Tiles silahkan menyeberang. Event ini terbuka bagi umum dan gratis. Silahkan menginap di kawasan Simpang Lima Atambua. Selain fasilitasnya lengkap, area ini memang strategis,” jelas Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.
Selain alam, Atambua juga memiliki beberapa destinasi sejarah. Sebut saja Benteng Mekes di Bukit Mekes. Destinasi ini juga familiar sebagai Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh. Spot lain adalah area makam Bangsa Melus. Destinasi tersebut berada di Bukit Batu Maudemu, Desa Maudemu. Arief yang juga Menpar Terbaik Asia Pasifik tersebut menjelaskan, wisatawan memiliki akses luas.
“Selain fasilitasnya, Kawasan Simpang Lima Atambua memang terkoneksi dengan banyak destinasi. Hal ini tentu akan memudahkan mobilitas mereka. Waktu menjaid semakin efisien sehingga ada banyak lagi experience yang bisa dieksplorasi,” tutup Menpar.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.