nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ustadz Rahmat Baequni Terancam 10 Tahun Penjara Gara-Gara Hoax KPPS Tewas Diracun

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 16:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 21 525 2069273 ustadz-rahmat-baequni-terancam-10-tahun-penjara-gara-gara-hoax-kpps-tewas-diracun-gkuWLiLzR5.jpg Rahmat Baequni (Istimewa)

BANDUNG – Penyidik Polda Jawa Barat menetapkan Ustadz Rahmat Baequni (43) sebagai tersangka penyebar berita hoaks terkait video ceramahnya yang menyebutkan petugas KPPS meninggal karena diracun. Penceramah itu dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman 10 tahun penjara.

"Atas dasar alat bukti yang cukup, kami mengamankan tersangka Rahmat Baequni dan menetapkannya sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Bandung, Jumat (21/6/2019).

Perbuatan Rahmat Baequni disangka melanggar Pasal 14 Ayat (1) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Berlakunya Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 45 Ayat 2 Juncto Pasal 28 Ayat 1 UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 207 KUHP.

Rahmat Baequni yang sempat viral karena mengaitkan masjid hasil rancangan arsitek sekaligus Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mirip simbol zionil atau illuminati itu, ditangkap polisi pada Kamis 20 Juni malam tadi.Pemilu 2019

Dia ditangkap setelah adanya laporan terkait video ceramahnya yang menyebut petugas KPPS pada Pemilu 2019 meninggal dunia karena dicarun. Informasi disampaikan Rahmat dinilai hoaks dan meresahkan.

(Baca juga: Ustadz Rahmat Baequni Ditangkap Polisi Terkait Hoax KPPS Meninggal Diracun)

Namun, Rahmat Baequni mengatakan, isi ceramahnya itu berdasarkan informasi dari pemberitaan dan media sosial.

"Saya hanya mengutip saja dari pemberitaan yang viral di media sosial. Dan saya tanyakan kepada jamaah, bahkan jamaah juga sudah pada tahu dan menganggukan kepala. Silakan bisa dilihat nanti dalam filmnya (rekaman video ceramah)," katanya di Mapolda Jabar.

Dalam ceramahnya itu, ia mengatakan pembahasan mengenai KPPS bersifat diskusi. Ia beberapa kali menanyakan kepada jamaah mengenai informasi dugaan petugas KPPS yang meninggal dunia.

Berikut petikan ceramah video Rahmat Baequni:

"Bapak ibu, boleh saya cerita bapak ibu? Seumur-umur Pemilu dilaksanakan, jujur, boleh saya jujur? Nggak apa-apa ya? Bapak-bapak ada yang sudah senior, nggak sebut sepuh karena berjiwa muda. Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tidak ada. Tapi kemarin, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang? Itu dari kalangan sipil, dari kepolisian berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal. Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal. Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini?

“Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi? Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS. Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari.‎ Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS.‎”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini