Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kebutuhan Petani saat Kemarau: Pertama Air, Kedua Air, Ketiga Air, Keempat Banyu

Fathnur Rohman , Jurnalis-Sabtu, 22 Juni 2019 |10:08 WIB
Kebutuhan Petani saat Kemarau: Pertama Air, Kedua Air, Ketiga Air, Keempat <i>Banyu</i>
Petani Cirebon keluhkan ketersediaan air saat kemarau (Foto: Fathnur/Okezone)
A
A
A

Kelangkaan air di Desa Slangit ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para petani. Rokim misalnya, ia merasa takut apabila kondisi tersebut terus berlangsung, maka padi yang ia tanam akan gagal panen. Disampaikan Rokim, untuk satu petak sawah yang baru ditanami padi, dirinya harus merogoh kocek hingga mencapai Rp5 juta.

"Kalau dihitung-hitung sih ada sekitar Rp5 juta. Itu untuk satu bau (satu petak sawah)," katanya.

Rokim mengaku, kondisi tanah pada satu petak sawahnya sudah mengalami retak-retak. Pupuk yang ia tabur pun, menjadi tidak maksimal hasilnya.

Kekeringan di Cirebon

"Tuh liat mas, tanah ini saja sudah kaya begini. Mana mungkin pupuk bisa mempan. Kalau ada air, saya pasti balik modal. Tapi kalau begini terus, saya cuman bisa elus dada aja deh mas, " terangnya.

Rokim sendiri rela pergi ke sawah pada tengah malam, hanya untuk bisa mengalirkan air ke sawahnya. Akan tetapi, karena ia terus mengalah, hingga hari berganti siang pun, air yang didapat Rokim, tidak cukup untuk mengairi sawahnya.

Potensi Kekeringan di Kabupaten Cirebon

Kekeringan di Cirebon

Setelah berbincang dengan Subandi dan Rokim, Okezone mulai menelusuri apakah kawasan Desa Slangit, termasuk kedalam zona merah kawasan kekeringan di Kabupaten Cirebon atau tidak.

Menurut Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn menjelaskan. Beberapa kawasan di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabpuaten Cirebon akan terancam kekeringan. Daerah-daerah tersebut tidak akan menerima air hujan hingga bulan Oktober-November mendatang.

"Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Majalengka potensi kekeringannya tersebar di sejumlah daerah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon saat ini sudah mulai mengalami kekeringan. Wilayah tersebut diantaranya ialah Gegesik, Bunder, Luwung Kencana, Tukmudal, Setu Patok Selatan, Sindang Laut, Sedong, Wanasaba Kidul, Sindang Jawa, Cangkol, Walahar, Klangenan,Pen-Pen, Mundu Mesigit, Pamengkang, Cibuluh, Karang Asem, Kepuh.

"Suhu yang dikatakan masyarakat saat ini sangat panas, merupakan suhu rata-rata yang ada di wilayah Cirebon dan sekitarnya," imbuhnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BMKG tersebut, wilayah Desa Slangit yang berada di Kecamatan Klangenan, menjadi salah satu daerah yang mengalami kekeringan, sehingga membuat keberadaan air menjadi langka. Kelangkaan air pun sebenarnya tidak dirasakan oleh para petani saja. Melainkan masyarakat sekitarnya pun ikut terkena dampaknya.

Sementara itu, dalam menanggulangi kelangkaan air, terutama air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon sendiri, biasanya akan memberikan bantuan berupa air bersih kepada warga yang terkena dampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra menyebut, berdasarkan kajian para ahli, wilayah Kabupaten Cirebon memiliki potensi bencana yang cukup tinggi termasuk bencana kekeringan. Dampak bencana kekeringan ini, juga sering mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan di sejumlah titik di Kabupaten Cirebon.

"Tahun kemarin, kita menghabiskan hampir lebih 1,5 juta liter air," kata Dadang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement