nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UU Baru Thailand Akan Buat Merokok di Rumah Sebagai Bentuk Kejahatan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 13:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 24 18 2070161 uu-baru-thailand-akan-buat-merokok-di-rumah-sebagai-bentuk-kejahatan-ZbDyNRectk.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BANGKOK – Warga Thailand tidak akan lagi bisa merokok di rumah jika kebiasaan mereka itu menyebabkan dampak negatif terhadap keluarganya karena terpapar sebagai perokok pasif. Hal itu diatur dalam Undang-undang (UU) Promosi Institut Pembangunan dan Perlindungan Keluarga yang akan mulai berlaku pada 20 Agustus.

Kepala Departemen Urusan Wanita dan Pengembangan Keluarga Lertpanya Booranabundit mengatakan bahwa UU yang disahkan untuk mengatasi kekerasan dalam rumah tangga dalam segala bentuk itu menyatakan bahwa merokok di rumah dapat membahayakan kesehatan dan karenanya merupakan bentuk kekerasan terhadap orang lain yang hidup di bawah satu atap.

"Jika dapat dibuktikan bahwa masalah kesehatan anggota keluarga berasal dari perokok pasif atau perokok pasif di rumah, itu dapat mengarah pada dua pengadilan: satu di Pengadilan Kriminal untuk 'serangan domestik' melalui asap dan yang lainnya di Pusat Pengadilan Anak-anak dan Keluarga. Ini dapat mengarah pada perintah pengadilan untuk melindungi kesehatan anggota keluarga, dengan perokok dikirim ke pusat rehabilitasi untuk menghentikan kebiasaan itu," kata Lertpanya di Konferensi Nasional Tembakau dan Kesehatan Paru-Paru ke-18 di Bangkok sebagaimana dilansir The Nation, Senin (24/6/2019).

Dr Ronnachai Kongsakon, direktur Pusat Penelitian dan Manajemen Pengetahuan Kontrol Tembakau di bawah Fakultas Kedokteran Universitas Mahidol di Rumah Sakit Ramathibodi, mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan bahwa hampir 5 juta rumah tangga memiliki perokok, maka lebih dari 10 juta orang terpapar asap rokok di rumah.

Dia mengatakan asap rokok dua kali lipat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak, meningkatkan kemungkinan anak-anak untuk mengidap bronkitis atau radang paru-paru sebesar 47 persen dan mengidap asma hingga 39 persen. Selain itu, asap rokok juga memperbesar kemungkinan wanita yang menghirup asap rokok di rumah untuk mengidap kanker paru-paru sebesar 24 persen dan 19 persen bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor di mana merokok diperbolehkan.

Kepala Institut Nasional untuk Pengembangan Anak dan Keluarga Universitas Mahidol,Adisak Plitapolkarnpim mengatakan bahwa klinik-klinik yang ditemukan telah mengabaikan paparan pasien muda terhadap perokok pasif, dengan tidak mengirim perokok ke rehabilitasi, akan didakwa melanggar Pasal 29 UU Perlindungan Anak.

Thailand berusaha untuk mengurangi konsumsi tembakau nasional setidaknya 30 persen pada tahun 2025. Hal itu dikarenakan setiap tahunnya sekira 400.000 warga Thailand meninggal karena penyakit tidak menular yang disebabkan oleh merokok.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini