nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesal HP-nya Disita Ibu, Anak Kepala Desa Gantung Diri

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 22:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 24 609 2070325 kesal-hp-nya-disita-ibu-anak-kepala-desa-gantung-diri-kFDCZXEOTg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PINRANG - Warga Dusun Pajalele, Desa Malimpung, Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang, Minggu 23 Juni, dikejutkan dengan pemuda tewas gantung diri. Korban diketahui, bernama Andika bin Hendra (23) ditemukan tewas gantung diri di pohon belakang rumahnya.

Kapolsek Patampanua AKP Muhammad Idris yang dikonfirmasi Senin (24/6), membenarkan peristiwa tersebut. Setelah menerima informasi, pihak Polsek Patampanua langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami yang tiba di lokasi lebih dulu mengamankan lokasi, selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi," kata AKP Muhammad Idris kepada Okezone Senin (24/6/2019).

Selanjutnya, mayat korban yang berada di belakang rumahnya dievakuasi untuk dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarga korban menolak sehingga dibuatkan surat penolakan.

Pemuda gantung diri di Pinrang (Foto: Herman/Okezone)

Baca Juga: Minta Ditemani ke Minimarket, Karyawati Swasta Malah Diperkosa Sopir Angkot

Dari hasil identifikasi hasil pemeriksaan terhadap jasad korban, mulut korban mengeluarkan bau racun.

"Adapun motif kematian korban masih kami dalami. Namun demikian, kuat dugaan jika korban meninggal usai mengkonsumsi racun," katanya.

Informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang anak Kepala Desa Malimpung. Almarhum sebelum mengakhiri hidupnya sempat mendapat teguran oleh orang tuanya karena kerap bermain handphone

Itu diungkapkan Sariani yang merupakan ibu korban. Sariani mengaku sampai tidak mengetahui kemarahan korban hingga berujung mengakhiri hidupnya hanya karena handphone.

"Mungkin karena handphone miliknya disita," tuturnya.

Sang ibu memang kerap menegur korban untuk tidak terlalu sering bermain handphone, namun korban tak menggubrisnya, sehingga ibunya menyembunyikan handphone tersebut.

Sariani menceritakan sebelum korban meninggal, korban sempat pamitan. Katanya ia hendak pergi. "Saya lihat terakhir itu gerakan tubuhnya anakku di saat pamit pergi mandi," tutur Ibu korban sambil mengusap air matanya.

Dan saat sang ibu mencarinya, ternyata anaknya ditemukan dalam posisi gantung diri di sebuah pohon di belakang rumahnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini