nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Kejar-kejaran Begal vs TNI Bak Film Action Buat Heboh Warga Makassar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 23:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 24 609 2070387 aksi-kejar-kejaran-begal-vs-tni-bak-film-action-buat-heboh-warga-makassar-8tkDZHP8bn.jpg Penangkapan begal di Makassar (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Dua orang lelaki digiring ke sebuah ruangan unit Reksrim Polsek Tamalanrea, Kota Makassar keduanya menjalani pemeriksaan setelah tertangkap tangan melakukan aksi pencurian disertai kekerasan (curas), yang lebih santer disebut begal.

Kepada polisi, kedua lelaki itu lebih dulu menyebutkan identitasnya masing-masing bernama Randika usainya 26 tahun berdomisili di Jalan Perintis Kemerdekaan, dan rekannya bernama Reinaldi usianya 23 tahun, berdomisili di Jalan Muh. Yamin Baru.

Kedua pelaku telah melakukan perampasan gawai milik seorang wanita yang sementara menelpon di bilangan Jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol H. Ashari mengatakan, pelaku Randika dan Reinaldi sebelumnya nyaris dimassa warga. Namun beruntung aparat TNI dengan sigap mengamankannya.

Ilustrasi

"Kedua pelaku ketika itu beraksi melakukan jambret gawai korbannya bernama Sabila yang sementara boncengan adiknya Syahrina. Dari informasi yang kami terima jika korban yang singgah di depan posko pemadam untuk menerima telefon. Tak lama satu orang pelaku berjalan menghampiri korban lalu langsung merampas gawai korban yang sementara berkomunikasi," kata Ashari kepada Okezone Senin (24/6/2019).

Dia melanjutkan, setelah pelaku merampas gawai korban ia lalu berlari menuju rekannya yang sementara menunggu di motor.

"Pada saat bersamaan Anggota TNI yang sementara melintas melihat korban berusaha mengejar pelaku langsung beraksi dan mengejara pelaku aksi kejar- kejaran pun berlangsung," ungkapnya.

Meski demikian pelaku berhasil dihentikan, keduanya pun dibekuk, massa pun berdatangan. Namun anggota TNI dengan cepat menggiring kedua pelaku ke Markas Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri guna menghindari amukan massa.

"Selanjutnya menghubungi kami untuk dikakukan proses hukum lebih lanjut," tutur Ashari.

Sementara itu Serma Agus Wahyudi yang didampingi Serka Hendra mengatakan, dirinya saat itu kebetulan saja melintas dan melihat korban teriak meminta tolong.

"Kami lihat korban berlari sambil meneriaki lelaki yang dikejarnya itu sementara berlari menuju ke seorang pengendara yang merupakan rekannya yang sedang menunggu. Begitu naik dari motor lalu tancap gas kami pun langsung mengejar pelaku hingga kejar-kejaran berlangsung. Mengetahui dirinya kami kejar salah satu pelaku berusaha menghalau dengan melemparkan helm ke arah kami," beber Serma Agus.

Meski begitu lanjutnya, dirinya tancap gas mengejar pelaku yang melaju dengan kecepatan tinggi sambil ugal-ugalan di Jalan memperlihatkan aksinya mengendarai motor.

Begitu pelaku menghampiri, pelaku bergerak melakukan perlawanan sehingga motor yang ditungganginya oleng seketika terjatuh.

"Keduanya hendak kabur kami pun dengan sigap meyergapnya, melihat massa berdatangan kami lalu menggiringnya ke Markas Batalyon Kavaleri 10/Mendagiri, lalu kami menghubungi Polsek Tamalanrea," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini