nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Jakaria Bunuh Tunangannya: Berawal dari Cekcok soal Mantan

Hambali, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 08:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 25 338 2070506 kronologi-jakaria-bunuh-tunangannya-berawal-dari-cekcok-soal-mantan-ovFw1u79qv.jpg Konferensi pers polisi terkait kasus pembunuhan oleh Jakaria terhadap tunangannya. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Hubungan asmara antara Jakaria (18) dan Fifi Sri Lestari (17) harus berakhir tragis. Sejoli yang merencanakan pernikahan usai tamat sekolah itu, terlibat cekcok hingga berlanjut pada kekerasan fisik yang menyebabkan kematian.

Jasad Fifi dibuang ke semak-semak yang berada dekat tepian danau bekas galian tambang pasir, Kampung Babat, RT01 RW01, Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat 21 Juni 2019 pagi.

Sejumlah warga yang tengah beraktifitas menemukan jasad Fifi pada pukul 14.00 WIB atau hanya beberapa jam setelah aksi pembunuhan. Ketika itu, kondisi tubuh korban dalam keadaan tertelungkup dan terikat tali pada bagian tangan, kaki, serta lehernya.

Polisi lantas bergerak cepat, mengungkap identitas dari jasad gadis belia yang ditemukan tewas terikat tersebut. Dari sketsa wajah yang disebar luas, akhirnya diperoleh informasi bahwa korban tinggal di Kampung Pinang RT02 RW03, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Penyelidikan petugas berikutnya adalah mencari siapa pelakunya. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan petunjuk dari barang bukti lainnya, maka kecurigaan pun mengarah pada orang dekat korban. Setelah diinterogasi cukup lama, akhirnya Jakaria pun mengakui bahwa dialah yang telah membunuh Fifi.

(Foto: Hambali/Okezone)

Dalam keterangannya, Jakaria mengungkapkan jika awalnya dia pergi menjemput Fifi di rumahnya pada Jumat pagi. Jakaria mengendarai mobil merek Honda CRV milik orang tuanya, dengan maksud sekadar berkeliling dan mencari makan di luar.

"Tersangka ini menjemput korban di rumahnya," jelas AKBP Ferdy Irawan, Kapolres Tangsel, Senin (25/6/2019).

Saat dalam perjalanan, keduanya terlibat cekcok. Hal itu dipicu lantaran adanya pernyataan korban yang disebut selalu membanding-bandingkan antara pelaku dengan mantan kekasihnya. Karena emosi, keributan berlanjut pada kekerasan fisik.

Jakaria mencekik leher kekasihnya itu sekuat tenaga, sementara Fifi hanya bisa meronta sambil mencakar bagian tubuh Jakaria. Karena lemas tak bisa bernapas, gadis malang itu tewas seketika di dalam mobil.

(Foto: Hambali/Okezone)

"Terjadi perkelahian di dalam mobil, dan pada waktu itu menurut keterangan dari tersangka yang sesuai dengan hasil visum, bahwa korban meninggal akibat adanya cekikan di leher yang menyebabkan patah tulang di bagian leher. Ini yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujarnya.

Semula Jakaria hanya mengira jika tunangannya itu pingsan setelah dicekik. Lantas dia pun sempat pergi menuju salah satu pasar, dan membeli tali plastik berwarna hijau. Selanjutnya, bagian tangan dan kaki Fifi diikat kuat.

"Tersangka ini mengaku bahwa mengikat tangan dan kaki korban agar jika nanti sadar maka tak akan berontak. Tapi setelah ditunggu lama, ternyata korban tidak bangun-bangun. Sehingga tersangka berinisiatif membuang jasad korban di TKP," kata dia.

Saat jasad Fifi ditemukan, kondisinya cukup mengenaskan, didapati beberapa luka dan memar bekas aksi kekerasan. Tak ada identitas apapun yang ditemukan dari jasad korban, sehingga hal itu membuat polisi sedikit kesulitan untuk mengungkap peristiwa pembunuhan tersebut.

Saat proses penyelidikan awal, Jakaria bersama keluarga korban turut mendatangi Polsek Legok untuk dimintai keterangan. Seolah tak bersalah, ketika itu Jakaria menunjukkan rasa berduka melihat sang kekasih berselimut kain kafan.

"Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku bahwa terakhir saat peristiwa itu sedang berada di tempat lain, tapi saat dikroscek keterangannya terindikasi bohong semua," terang Ferdy.

Polisi terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan dan bukti-bukti lain, hingga membuat Jakaria menyerah. Pada Sabtu 22 Juni 2019 sekira Pukul 04.00 WIB, siswa kelas 3 SMK itu pun mengakui perbuatannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini