Saat jasad Fifi ditemukan, kondisinya cukup mengenaskan, didapati beberapa luka dan memar bekas aksi kekerasan. Tak ada identitas apapun yang ditemukan dari jasad korban, sehingga hal itu membuat polisi sedikit kesulitan untuk mengungkap peristiwa pembunuhan tersebut.
Saat proses penyelidikan awal, Jakaria bersama keluarga korban turut mendatangi Polsek Legok untuk dimintai keterangan. Seolah tak bersalah, ketika itu Jakaria menunjukkan rasa berduka melihat sang kekasih berselimut kain kafan.
"Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku bahwa terakhir saat peristiwa itu sedang berada di tempat lain, tapi saat dikroscek keterangannya terindikasi bohong semua," terang Ferdy.
Polisi terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan dan bukti-bukti lain, hingga membuat Jakaria menyerah. Pada Sabtu 22 Juni 2019 sekira Pukul 04.00 WIB, siswa kelas 3 SMK itu pun mengakui perbuatannya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.