Baca juga: 10 Kecamatan di Gunungkidul Mulai Kekeringan
”Selain itu kami sudah usul tambahan dana lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2019 sebanyak 3.000 rit air atau senilai Rp 500 juta lebih,” tambahnya.
Warga yang tinggal di wilayah kekeringan tak hanya kesulitan air, tetapi juga kesulitan hijauan makanan ternak (HMT) untuk kebutuhan hewan ternak mereka. Karena itu beban ekonomi bertambah, sebab selain harus mencukupi kebutuhan air bersih juga membeli pakan dan minum ternak. Harga pakan ternak pun terus merangkak naik, yang biasanya seikat Rp 5.000, naik menjadi Rp 7.000.
Sementara jika mengurangi beban dengan menjual ternak, harganya jatuh karena tingkat kegemukan ternak semakin tidak terjamin. Kekeringan sebenarnya bukan masalah baru bagi sebagian warga Gunungkidul. Namun meskipun masalah klasik, tetap saja memberikan kesulitan dan beban yang tidak ringan bagi warga.
Setiap tahun, selalu dicari solusinya. Tetapi selalu saja ada masalah baru terkait ketersediaan air bersih. Pemanfaatan sumber-sumber air yang ada di desa-desa secara optimal, merupakan jalan keluar terbaik.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.