Hakim MK: ToT Tak Relevan karena Tidak Didalilkan Pemohon

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 27 Juni 2019 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 27 605 2071751 hakim-mk-tot-tak-relevan-karena-tidak-didalilkan-pemohon-Po0M8UDbwi.jpg Sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menganggap perihal Training of Trainers (ToT) atau bimtek yang diselenggarakan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, selaku pihak terkait dalam sidang perselisihan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden tidak relevan karena tidak didalilkan pemohon.

"Karena perihal Training of Trainers (ToT) tidak didalilkan oleh pemohon, maka tidak ada relevansinya bagi mahkamah untuk memertimbangkan itu lebih jauh," kata hakim Wahiduddin Adams saat membacakan amar putusan majelis hakim di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Sebelumnya, perihal bimtek tersebut sempat menjadi pembicaraan saat saksi yang dihadirkan oleh kubu Prabowo-Sandiaga Uno, selaku pemohon, yakni Hairul Anas Suaidi, menyebut dalam training of trainers tim paslon 01 terdapat slide presentasi yang berbunyi "kecurangan adalah bagian dari demokrasi".

Hakim MK

Namun, saksi yang dihadirkan oleh kubu Jokowi-Ma'ruf, Anas Nasikhin, yang merupakan pengisi acara sekaligus panitia pada bimbingan tersebut mematahkan pernyataan Hairul Anas.

Dia menyebut slide tersebut harus dipahami secara utuh karena dimaksudkan untuk mengagetkan agar peserta serius dalam mengikuti bimbingan, apalagi kecurangan merupakan sebuah keniscayaan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini