nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Migran di Perbatasan AS-Meksiko: Tolong Anak Saya Sekarat

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 16:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 28 18 2072201 ibu-migran-di-perbatasan-as-meksiko-tolong-anak-saya-sekarat-Wnb2i9CkUo.jpg Seorang ibu migran memohon bantuan untuk anaknya yang sakit di perbatasan AS-Meksiko. Foto/Avalon Red/Metro

TAPACHULA - Ini adalah saat yang menyedihkan ketika seorang ibu dari dua anak yang memohon bantuan untuk putranya yang sakit setelah kerusuhan pecah di sebuah tempat penampungan imigrasi di Meksiko.

Ibu yang tidak disebutkan namanya itu merangkak ke bawah pagar lalu dia berteriak dalam bahasa Spanyol, “Tolong, putraku sakit selama beberapa hari. Saya menderita. Anak saya Sekarat.”

Ibu itu adalah salah satu dari banyak migran yang berada di Feria Mesoamericana di kota Tapachula.

Foto/Metro

Masalah pecah setelah migran meminta makanan, bantuan medis, dan bantuan untuk membiarkan mereka meninggalkan kamp pengungsian.

Sang ibu, yang telah berada di sana selama 10 hari, mengatakan: "Mereka belum memberi kami sedikit makanan. Tidak ada air minum. Tolong, bantu anak saya. Dia sakit. Saya memiliki dua putra, berusia lima tahun dan 14 bulan. … Tolong bantu aku. Anak saya sedang sekarat."

Ibu dalam video mencoba untuk pergi melalui gerbang utama tetapi dihentikan oleh anggota Garda Nasional, Institut Imigrasi Nasional dan Polisi Federal.

Kualitas kamp pengungsian dilaporkan hanya memiliki sedikit makanan, toilet tak layak, serangan tikus, kecoak dan penjaga yang kejam.

Ada juga laporan menyebutkan 50 orang tidur di kamar kecil berukuran 2,5 meter x 3,5 meter.

Foto/Reuters

Para pengunjuk rasa di kamp, yang terdiri dari para migran Haiti, Afrika, dan Asia, meneriakkan ‘kebebasan! Kebebasan! saat mereka mencoba melarikan diri, tetapi masalahnya dengan cepat diatasi oleh petugas bersenjata.

Awal pekan ini presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan ia akan menyelidiki penahanan kontroversial migran yang berusaha melintasi perbatasan AS.

BacaFoto Ayah dan Putrinya yang Mati Tenggelam Menggambarkan Kondisi Mengerikan di Perbatasan AS-Meksiko

BacaTerancam Sanksi AS, Meksiko Tahan 791 Imigran, Termasuk 368 Anak-Anak

Janjinya datang ketika sebuah gambar yang memperlihatkan seorang gadis migran Valeria dan ayahnya Oscar Alberto Martinez Ramirez meninggal di Rio Grande setelah tenggelam ketika mencoba menyeberangi perbatasan.

Foto/Reuters

Hukum internasional melindungi hak migran tidak berdokumen untuk menyeberangi perbatasan untuk mencari suaka, dan Meksiko biasanya tidak menghentikan mereka untuk melakukannya di perbatasan utara.

Namun, Lopez Obrador menghadapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk memperlambat lonjakan migran dari Amerika Tengah, dan pemerintahnya ingin menunjukkan hasil dan menghindari tarif ekonomi dari AS.

Salah satu penjaga di kamp pengungsian merasa bimbang. Pihaknya di satu sisi kami tidak dapat menyentuh para migran, tetapi pada saat yang sama, mereka memerintahkan mereka untuk menahan mereka.

"Tapi saya tidak bisa melakukan itu. Mereka akan menghukum saya jika saya melakukan itu. Saya harus [menahan mereka] karena pekerjaan saya, untuk menyelesaikan tugas saya di sini dan melihat segera bertemu denga keluarga saya," kata seorang penjaga kamp yang tak disebutkan namanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini