Megawati Ajak Pemimpin dan Tokoh Nasional Bersatu Kembali Pasca-Putusan MK

Antara, · Jum'at 28 Juni 2019 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 28 605 2072120 megawati-ajak-pemimpin-dan-tokoh-nasional-bersatu-kembali-pasca-putusan-mk-53TPORq4Bs.jpg Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendorong agar para pemimpin dan tokoh nasional membangun kembali semangat persaudaraan dan persatuan pasca-Pemilu 2019.

"Putusan MK (Mahkamah Konstitusi) telah menyelesaikan perselisihan hasil Pemilu 2019. Kini, saatnya para pemimpin dan tokoh nasional bersatu kembali dan memberikan contoh teladan kepada masyarakat," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menirukan pernyataan Megawati seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Baca Juga: Demokrat: Selamat Jokowi-Ma'ruf, Terima Kasih Prabowo-Sandi Meski Setengah Legowo 

Menurut Hasto, ketika dirinya bertanya kepada Megawati perihal pertemuan presiden terpilih Joko Widodo dengan calon presiden Prabowo Subianto, Megawati memberikan dukungannya. "Kalau kita cermati pernyataan-pernyataan Ibu Megawati, enggak ada pernyataan yang negatif tentang Pak Prabowo," katanya.

 Jokowi dan Prabowo

Karena itu, Hasto meyakini bahwa para pemimpin dan tokoh nasional akan saling menghormati dan membangun persaudaraan satu sama lain. "Seluruh tahapan Pemilu 2019 sudah selesai. Kini, saatnya para pemimpin dan tokoh nasional membangun kembali persatuan dan semengat persaudaraan," katanya.

Baca Juga: PKS : Saatnya Koalisi Prabowo-Sandi Jadi Oposisi Kritis dan Konstruktif 

Hasto menegaskan, semangat persaudaraan ini harus dikembangkan di antara pemimpin dan bahkan diupayakan menjadi kultur kepemimpinan di Indonesia yang saling menjaga silaturrahmi dan persaudaraan. 

"Putusan MK yang final dan mengikat, maka semua upaya hukum sudah selesai. Kini, saatnya bersama-sama mempersiapkan diri untuk membangun bangsa dan negara," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini