Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puber Politik, Fase Menuju Demokrasi yang Sebenarnya

Fahreza Rizky , Jurnalis-Sabtu, 29 Juni 2019 |14:00 WIB
Puber Politik, Fase Menuju Demokrasi yang Sebenarnya
Ilustrasi unjuk rasa politik. (Foto: Okezone)
A
A
A

Berbagai fenomena yang menyesakkan dada turut mewarnai kondisi sosial-politik di Tanah Air. Misalnya saja gara-gara beda pilihan politik tega menyuruh saudaranya memindahkan makam. Ada pula yang tidak tegur sapa lantaran beda pilihan.

Nuansa emosional dan tidak mampu menerima perbedaan acap kali mewarnai kondisi masyarakat kini. Fase tersebut menunjukkan betapa hasrat mampu mengalahkan akal sehat.

Adin melanjutkan, elite politik yang memberikan pernyataan di media massa sangat penting peranannya untuk mengedukasi publik. Oleh karena itu, diperlukan kualitas opini yang baik dan santun dari elite tersebut agar publik yang menyaksikan dapat mencontohnya.

Lipsus puber politik. (Foto: Okezone)

Ia menambahkan, fase puber politik yang tengah berlangsung di Indonesia membuat politikus lebih mudah masuk ke masyarakat. Politik, kata dia, bukan hal yang tabu lagi untuk masyarakat. Puber politik bisa dikoversikan menjadi hal yang baik.

"Jadi lebih mudah masuk ke masyarakat. Politik bukan hal yang tabu lagi, terutama kita dalam menyampaikan visi-misi ke masyarakat," terangnya.

"Dalam menyatukan masyarakat sebenarnya yang harus dikurangi adalah seringnya terjadi tontonan di masyarakat argumen tidak cerdas dan hoaks yang akhirnya membuat kedua kubu jadi saling bersebrangan. Apabila kita memberikan contoh yang baik, maka masyarakat akan teredukasi," pungkas Adin.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement