UPT lain yang dilibatkan yakni BVet Subang bertanggung jawab untuk wilayah Banten, BBVet Denpasar (Gorontalo), BBVet Maros dan BIB Lembang untuk Provinsi Sulawesi Selatan, BVet Banjarbaru (Sulawesi Barat), BPTU-HPT Sapi Bali (Sulawesi Tenggara), BPTU-HPT Padang Mengatas (Bengkulu dan Sumatera Barat), BVet Bukittinggi (Kep. Riau dan Sumatera Selatan), BVet Medan (Sumatera Utara) serta BPTU-HPT Pelaihari ditetapkan sebagai Satker pelaksana untuk Provinsi Kalimantan Selatan.
Sementara itu Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Soeharsono menyebutkan program Bekerja kini sudah berada pada tahap pengembangan di berbagai daerah. “Kita tengah mempersiapkan pengganti indukan (di masyarakat) yang diikuti dengan kegiatan pembibitan kembali di tingkat rumah tangga miskin (RTM)," ujarnya.
Dalam tahap pengembangan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Dengan demikian, program Bekerja masuk dalam program kerja BUMDes, sehingga kegiatan tersebut bisa di-cover desa.
BUMDes nantinya memanfaatkan telur tetas dari RTM kemudian didistribusikan kembali untuk program desa. Selain menetaskan dan membibitkan, kemandirian pakan juga didorong agar bisa memberdayakan pakan lokal sebagai bahan baku pakan ayam KUB.
“Balitbang Pertanian membuat model untuk menghidupkan kembali program bantuan pengolahan untuk memproduksi pakan berbasis bahan lokal. Tahun 2019 ini dalam tahap implementasi,” tuturnya.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.