nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uang Jajan Dikurangi dari Rp14 Juta Jadi Rp4 Juta, Pria Ini Bunuh Bapaknya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 17:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 01 18 2073208 uang-jajan-dikurangi-dari-rp14-juta-jadi-rp4-juta-pria-ini-bunuh-bapaknya-75TcBhv7Ut.jpg Thomas Gilbert Jr hadir di pengadilan dalam kasus pembunuhan bapaknya. Foto/Independent

MANHATTAN – Seorang pria berusia 34 tahun membunuh bapaknya yang telah mengurangi uang jajannya sebesar USD 1.000 (Rp 14.104.500) per minggu menjadi USD300 (Rp4,2 juta) per minggu, kata jaksa penuntut.

Thomas Gilbert Jr diduga menembak ayahnya yang berusia 70 tahun, Thomas Gilbert Sr, di apartemen keluarga mereka di Manhattan, AS pada Januari 2015, kemudian meletakkan pistol di mayat ayahnya agar terlihat seperti bunuh diri.

Di pengadilan pada Rabu pekan lalu, Asisten Pengacara Distrik Manhattan Craig Ortner mengatakan, "(Gilbert Jr) menolak kerja, ia lebih memilih kehidupan yang mudah."

Foto/Independent

Ortner mengatakan kepada pengadilan bahwa Gilbert Sr mengatakan kepada putranya bahwa dia memotong uang jajan anaknya karena sayang pada anaknya, menurut New York Post.

Gilbert Sr, manajer keuangan yang sukses, menurunkan tunjangan putranya beberapa bulan sebelumnya kematiannya.

BacaIbu di AS Siksa 15 Anaknya dan Paksa Saksikan Anjing Piaraan Direbus Hidup-Hidup

BacaBayi 2 Bulan Tewas Usai Diberi Kokain dan Heroin oleh Orang Tuanya

Namun Gilber Jr meresponsnya dengan membeli senjata dan mencari informasi soal pembunuh bayaran.

Pihak berwenang mengatakan bahwa Gilbert Jr mengunjungi situs web yang disebut ‘Hire-a-Killer.com’ dan ‘Find-a-Hitman.com’ setelah bertemu dengan ayahnya, NJ.com melaporkan.

Para jaksa mengatakan Gilbert Jr menggunakan uang jajan dari ayahnya untuk jalan-jalan, berselancar di Hamptons, dan bermain golf di klub-klub mahal.

Ibu Gilbert Jr, Shelley, adalah orang yang menemukan tubuh suaminya dan menelepon 911 (nomor darurat di AS).

Saat di pengadilan, Shelly Gilbert menyatakan anaknya telah menembak suaminya. “Dia gila, tapi aku tidak tahu dia ini gila,” kata dia.

Shelley dan pengacara putranya berpendapat Gilbert Jr harus dirawat di rumah sakit karena masalah mental alih-alih dikirim ke penjara.

Pengacaranya, Alford Levine, berpendapat kliennya bersalah karena kegilaan dan mengatakan, "Tommy tidak mengerti atau menghargai konsekuensi dari tindakannya."

Seorang mantan terapis juga bersaksi bahwa Gilbert Jr telah mengalami pikiran paranoid selama bertahun-tahun sebelum penembakan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini