Moeldoko Sebut Presiden Jokowi Belum Susun Kabinet Kerja Jilid II

Antara, · Selasa 02 Juli 2019 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 02 605 2073603 moeldoko-sebut-presiden-jokowi-belum-susun-kabinet-kerja-jilid-ii-1cgkNkzWGx.jpg KSP Moeldoko (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Terpilih Joko Widodo hingga saat ini belum menyusun Kabinet Kerja jilid II dan karenanya beragam informasi di media sosial terkait hal itu, tak perlu ditanggapi.

"Itu namanya isu, 'kan setiap minggu berganti," kata Moeldoko saat ditemui di Kantor KSP di Jakarta, Selasa (2/7/2019) seperti dilansir dari Antara.

Moeldoko mengimbau masyarakat tidak perlu terlalu menanggapi informasi yang belum jelas tersebut apalagi informasinya selalu berganti-ganti. Mantan Panglima TNI itu mengatakan, tidak ada tim khusus dalam penyusunan kabinet karena hal itu merupakan hak prerogatif presiden.

 Baca juga: Ma'ruf Amin Bakal Sowan ke JK Sebelum Dilantik

Sebelumnya, beredar di situs jejaring sosial Youtube dan media sosial lain yang menyebutkan sejumlah nama menteri yang akan menduduki posisi di Kabinet Jilid II Jokowi.

 Presiden Jokowi

Nama-nama tersebut di antaranya Sri Mulyani, Luhut Binsar Pandjaitan, Grace Natalie bahkan Sandiaga Uno.

 Baca juga: Kabinet Baru Jokowi Diprediksi Bakal Gemuk, 6 Menteri Lama Dipertahankan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya menetapkan presiden terpilih dan wapres terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin untuk periode 2019-2024. Jokowi dan Kiai Ma'ruf akan dilantik 20 Oktober 2019.

Sementara itu, terkait pembentukan kabinet, pengamat politik Prof. Siti Zuhro mengatakan Presiden Jokowi akan lebih percaya diri membentuk kabinet kedua karena sudah mengetahui peta kekuatan politik dengan mengantongi pengalaman sebelumnya.

 

Peneliti senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menambahkan Presiden Jokowi akan mempertimbangkan dengan matang dan komprehensif untuk memilih para pembantunya.

“Sekarang jauh lebih banyak pertimbangan, tujuannya untuk mengejar ketertinggalan yang masih belum terimplementasikan sesuai substansi dengan maksimal,” katanya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini