nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sungai-Sungai di Bangladesh Dapat Hak Hukum Setara Manusia

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 03 18 2074240 sungai-sungai-di-bangladesh-dapat-hak-hukum-setara-manusia-kFX7LAh3e0.jpg Seorang perempuan bangladesh mengambil air di sungai. Foto/Reuters

DHAKA - Pengadilan tinggi Bangladesh memberi sungai-sungai negara itu hak hukum setara manusia untuk melindungi sungai mereka dari polusi dan perusakan.

Pengadilan menerbitkan putusan pada Senin (3/7/) yang menyatakan bahwa ratusan sungai di negara itu akan diperlakukan sebagai badan hukum, lapor Daily Mail, Rabu (3/7/2019).

Bangladesh sebagian besar dilintasi oleh ribuan aliran sungai, anak sungai, telah menjadi negara keempat setelah Kolombia, India, dan Selandia Baru yang memberikan sungai-sungai memiliki hak hukum setara manusia.

"Kami mengajukan petisi untuk menyelamatkan sungai kami dari kerusakan yang lebih parah. Pengadilan telah menyatakan bahwa semua sungai harus memiliki hak yang sama dengan badan hukum atau entitas hidup,” Manzil Murshid, penginisiasi gugatan.

Foto/Reuters

Banyak pembagunan jalan, rel kereta api, rumah dan perkembangan lainnya dibangun di tepi sungai di Bangladesh. Ini menyebabkan polusi dan juga dapat merusak ekosistem.

BacaNusrat Jahan Rafi: Remaja yang Dibakar sampai Mati karena Melaporkan Pelecehan Seksual

BacaPertama Kali Muncul di Bangladesh Sejak 1949, Serigala Langka Mati Dipukuli Petani

Pengadilan juga menunjuk Komisi Konservasi Sungai negara tersebut sebagai komisi hukum semua saluran air dan mengarahkan lembaga negara lainnya untuk membantu mereka.

Para ahli mengatakan putusan itu akan menyelamatkan sungai dari perambahan ilegal di negara berpenduduk 165 juta orang dan di mana tanah berharga seperti emas.

Mereka mengatakan banyak sungai di negara itu berjuang untuk bertahan hidup akibat pengerukan pasir ilegal dan polusi industri skala besar.

Sheikh Rokon, juru bicara kelompok Rakyat Riverine, menilai putusan dari pengadilan adalah kabar baik.

“Kami berharap komisi sekarang dapat bekerja secara bebas dan menyelamatkan sungai dari kematian dini,” kata dia.

Dia menambahkan pengadilan tinggi akan memberdayakan komisi untuk mengambil tindakan tegas terhadap perambah, pencemar dan perusahaan pengerukan ilegal.

Ketua Komisi Konservasi Sungai Nasional Bangladesh, Mujibur Rahman Howlader mengatakan, “Tatanan yang belum pernah terjadi sebelumnya akan membantu ekologi dan keanekaragaman hayati yang luas dari sistem sungai Bangladesh yang kaya.”

“Kami merasa diperkuat. Ini mengingatkan kita bahwa sungai bukanlah milik siapa pun. Kami sekarang dapat menegakkan kebijakan tanpa toleransi terhadap perambah.“

Otoritas transportasi sungai Bangladesh telah memulai pengusiran besar-besaran di sepanjang tepi sungai di sekitar ibu kota Dhaka, menghancurkan lebih dari 4.000 perusahaan ilegal sejak Januari 2019.

Pihak berwenang telah memulihkan sekitar 190 hektare tanah selama pemulihan sungai berlangsung.

Sebagian besar sungai Bangladesh adalah cabang dan anak sungai dari dua sungai Himalaya utama - Gangga dan Brahmaputra - yang mengalir melalui Bangladesh sebelum mencapai Teluk Benggala.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini