JAKARTA - Musyarawah Nasional (Munas) Golkar disarankan untuk dipercepat sebelum pelantikan Joko Widodo - Ma'ruf Amin pada Oktober 2019 mendatang. Alasannya, agar siapa pun yang kedepannya pemimpin bisa langsung bekerja menyusun kabinet dan pimpinan DPR-MPR.
"Dorong saja dipercepat. Supaya bisa bersama-sama bekerja dengan pemerintahan Jokowi," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin saat dihubungi, Jakarta, Rabu (3/7/2019).
Ujang menilai, keinginan Munas digelar setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih merupakan keinginan dari Ketua Umum Golkar saat ini Airlangga Hartanto.
Pasalnya, Ujang berpandangan, di balik kemauan itu, terdapat beberapa agenda yang ingin dicapai oleh Airlangga terkait dengan kursi di Kabinet dan parlemen.

"Sekarang yang menentukan menteri di kabinet kan Airlangga kalau di Golkar. Lalu yang mengondisikan wakil ketua DPR dan pimpinan MPR dan lain-lain kan Airlangga. Jadi memang Airlangga ingin menang lagi setelah Oktober. Makanya dia mati-matian pengin Munas pada Desember," papar Ujang.
Ujang menjelaskan, potensi kemenangan Menteri Perindustrian itu sangat besar jika Munas dilangsungkan pada Desember. Namun sebaliknya, jika sebelum Oktober, maka posisi Airlangga cenderung lemah dengan lawan-lawannya seperti Ketua DPR Bambang Soesatyo yang santer maju sebagai kandidat ketua umum Golkar.