"Bayangkan di Ponggok, semua orangtua yang tidak mampu dibiayai oleh desa, setiap rumah tangga wajib mencetak satu sarjana dibiayai oleh desa. Negara saja belum mampu, tapi Desa Ponggok sudah mampu," ungkap Eko.
"Nah bursa inovasi desa ini penting agar inovasi-inovasi yang sukses, itu nanti kita dokumentasikan hasil prestasinya. Kita download dokumen-dokumen tersebut, sehingga desa-desa lain tinggal melihat saja," lanjutnya.
Oleh sebab itu, Eko berharap desa-desa lain mampu mencontoh program-program yang telah dipraktikkan oleh Desa Ponggok dan Desa Kutuh. Sehingga, alokasi dana yang telah disediakan dalam Program Inovasi Desa bisa digunakan secara baik.
"Tinggal nyontek, kalau cocok dikembangin lagi, disesuaikan sama karakter desa-desa. Karena banyak, ada pariwisata, pengelolaan pasca panen, bahkan ada yang perbankan. Nah itu dicopy, disosialisasikan, minta bantuan ke bapak-bapak kepala dinas kabupaten kota, diperlihatkan," tutup Eko.
(Risna Nur Rahayu)