Rencananya Subandi dan para petani lain akan menggantikan tanaman padi ini degan tanaman musiman lainnya. Sepertii bawang merah ataupun tembakau. Tanaman ini tidak banyak membutuhkan pasikan air bersih.
“Kekeringan sudah terjadi tiga tahun belakangan, tetapi ini paling parah,” terangnya.
Baca Juga: Bantul Dua Bulan Tak Turun Hujan, BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan
Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, lahan pertanian yang terdampak mencapai 1.918 hektar. Padahal tahun lalu, hamparan lahan yang mengalami puso atau gagal panen hanya 32 hektare. Kondisi ini ditengarais ebagai dampak dari anomali cuaca yang tidak menentu. Mulai keterlambatan turun hujan yang semula di bulan oktober kini menjadi bulan Desember. Sementara panjang musim hujan juga cukup pendek.
“Kita akan upayakan ke pusat mmeinta anggaran untuk penyediaa bibit berkualitas pada masa tanam yang akan datang,”terangnya.
(Khafid Mardiyansyah)