nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dampak Kekeringan, Tanaman Padi di Gunungkidul Dijadikan Pakan Ternak

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 04 510 2074693 dampak-kekeringan-tanaman-padi-di-gunungkidul-dijadikan-pakan-ternak-qJcwmc9Asx.jpg Ilustrasi

GUNUNGKIDUL - Dampak musim kemarau, telah membuat sejumlah petani di Kabupaten Gunungkidul, DIY merugi. Mereka terpaksa menjadikan tanaman padi sebagai pakan ternak. Rencananya mereka akan mengganti dengan tanaman musiman yang tidak membutuhkan air.

Hamparan lahan pertanian dengan komoditas padi banyak dikembangkan masyarakat di Gunungkidul dengan sistem tadah hujan. Namun setelah dua bulan tidak ada turun hujan, tanaman yang ada menjadikan kerdil. Tanaman padi yang usianya juga sudah dua bulan tidak bisa berkembang maksimal. Bahkan para petani juga terancam merugi karena tanaman akan puso dan gagal panen.

Salah seorang petani di Desa Siraman, Wonosari, Subandi mengatakan lahan tanaman padi yang dikembangkan luasannya mencapai seribu meter persegi. Namun lahan ini terancam gagal panen karena tidak ada pasokan air. Sejak dua bulan ini kekeringan melanda wilayah Wonosari dan menjadikan tanaman kerdil.

Ilustrasi Kekeringan

“Ini usianya sudah dua bulan, dan kerdil tidak bisa berkembang,” jelas Subandi.

Bulir padi yang bermunculan juga tidak berkembang. Tanaman tidak bisa tumbuh maksimal seperti saat ada air. Padahal perawatan sudah dilakukan dengan esktra, dengan melakukan penambahan pupuk dan penyiraman. Untuk menekan kerugian, tanaman inipun dimusnahkan. Mereka membabat tanaman ini untuk dijadikan pakan ternak.

“Kita jadikan untuk pakan ternak saja, dari pada rugi,” jelasnya.

Rencananya Subandi dan para petani lain akan menggantikan tanaman padi ini degan tanaman musiman lainnya. Sepertii bawang merah ataupun tembakau. Tanaman ini tidak banyak membutuhkan pasikan air bersih.

“Kekeringan sudah terjadi tiga tahun belakangan, tetapi ini paling parah,” terangnya.

Baca Juga: Bantul Dua Bulan Tak Turun Hujan, BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, lahan pertanian yang terdampak mencapai 1.918 hektar. Padahal tahun lalu, hamparan lahan yang mengalami puso atau gagal panen hanya 32 hektare. Kondisi ini ditengarais ebagai dampak dari anomali cuaca yang tidak menentu. Mulai keterlambatan turun hujan yang semula di bulan oktober kini menjadi bulan Desember. Sementara panjang musim hujan juga cukup pendek.

“Kita akan upayakan ke pusat mmeinta anggaran untuk penyediaa bibit berkualitas pada masa tanam yang akan datang,”terangnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini