nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Densus 88 Tangkap Pengusaha Kulit Terduga Teroris di Magetan

Antara, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 09:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 04 519 2074433 densus-88-tangkap-pengusaha-kulit-terduga-teroris-di-magetan-WOpAHbWThN.jpg Petugas Polres Magetan ikut mengamankan penggeledahan rumah terduga teroris di Magetan, Jatim. (Foto : iNews.id/Asfi Manar)

MAGETAN – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap terduga teroris berinisial SA (51) warga Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

SA yang kesehariannya merupakan pengusaha kulit tersebut ditangkap saat keluar dari lingkungan pabrik kulit dengan mengendarai sepeda motor di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, Magetan.

"Memang benar tadi ada penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 dari Mabes Polri. Polres Magetan tadi dihubungi tim Desus sekitar pukul 13.30 WIB. Kami langsung ke lokasi dan bertugas mengamankan agar proses penangkapan tidak terganggu," ujar Wakil Kepala Polres Magetan Kompol Djumadi kepada wartawan, mengutip Antaranews, Kamis (4/7/2019).

Menurutnya, penangkapan berjalan lancar dan yang bersangkutan langsung dibawa pergi oleh petugas dengan mobil. Sesuai informasi, SA dibawa ke Mako Brimob Madiun untuk diperiksa lebih lanjut.

Setelah mengamankan SA, tim Densus bersama anggota Polres Magetan juga melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris di Desa Candirejo.

Dalam penggeledahan itu, polisi mengamankan sejumlah kardus yang diduga berisi dokumen dan barang-barang miliki terduga teroris SA.

Densus 88 Antiteror Polri

"Tadi ada diamankan kardus. Isinya apa, saya tidak tahu. Sekali lagi, Polres Magetan hanya membantu pengamanan proses penangkapan dan penggeledahan saja," katanya.

Sementara, Ketua RT 1/RW 1, Desa Candirejo, Magetan Hariyanto, mengatakan selama menjadi warganya, SA dikenal cukup baik dan ramah dengan warga sekitar.

"Saya tidak tahu kapan penangkapannya. Yang saya tahu tadi sebelum penangkapan ada petugas datang ke rumah memberitahukan akan melakukan penggeledahan di rumahnya Pak Sujadi (SA)," kata Hariyanto.

Menurut Ketua RT, meski dikenal ramah, SA tidak pernah hadir saat diundang warga untuk acara kampung lainnya. Yang bersangkutan hanya bersedia datang jika ada undangan pengajian dan doa-doa.


Baca Juga : Pentolan Jamaah Islamiyah yang Ditangkap Densus 88 Ternyata Lulusan Universitas Ternama di Jawa

Hariyanto menjelaskan, SA sebetulnya merupakan asli daerah Plaosan, Magetan. Ia kemudian menikah dengan IP, istrinya yang merupakan warga Desa Candirejo. Setelah itu, keduanya tinggal di desa setempat dan memilik empat anak.

Ia menambahkan, dari empat anak tersebut, anak pertama ada di rumah ikut mengembangkan usaha kulit orang tuanya. Anak yang kedua dan ketiga tidak diketahui kabarnya oleh warga. Sedangkan yang bungsu sekolah di Ponpes Karanganyar, Jateng.


Baca Juga : Pemimpinnya Ditangkap, Inikah Akhir Jamaah Islamiyah di Indonesia?

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini