nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komandan Garda Revolusi Iran Ancam Tangkap Kapal Inggris Jika Tankernya Tidak Dikembalikan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 19:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 05 18 2075192 komandan-garda-revolusi-iran-ancam-tangkap-kapal-inggris-jika-tankernya-tidak-dikembalikan-nQr1h7xZzB.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN – Seorang komandan senior Pasukan Garda Revolusi Iran pada Jumat mengatakan bahwa Iran seharusnya menangkap kapal tanker Inggris jika kapal tanker Iran yang ditahan di Selat Gibraltar pekan ini tidak segera dilepaskan.

Angkatan Laut Kerajaan Inggris menangkap supertanker Grace 1 pada Kamis karena mencoba untuk membawa minyak ke Suriah dalam pelanggaran sanksi Uni Eropa, sebuah langkah dramatis yang memancing kemarahan Teheran dan dapat meningkatkan konfrontasinya dengan Barat.

"Jika Inggris tidak melepaskan tanker minyak Iran, itu adalah tugas pihak berwenang untuk merebut tanker minyak Inggris," kata Petinggi Pasukan Garda Revolusi, Mayor Jenderal Mohsen Rezai, yang juga sekretaris Dewan Kemanfaatan Iran, sebuah badan negara yang berkuasa sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (5/7/2019).

BACA JUGA: Iran Panggil Dubes Inggris Terkait Penyitaan Kapal Tanker di Perairan Gibraltar

"Republik Islam Iran dalam 40 tahun sejarahnya tidak pernah memprakarsai permusuhan dalam pertempuran apa pun, tetapi juga tidak pernah ragu dalam menanggapi para pengganggu," kata Rezai di akun Twitter-nya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi yang dikutip kantor berita IRNA mengatakan pada Kamis bahwa kapal tanker Iran itu membawa minyak mentah dari Iran.

Grace 1 ditahan di Gibraltar, sebuah wilayah Inggris di ujung selatan Spanyol, setelah berlayar di sekitar Afrika, rute panjang dari Timur Tengah ke mulut Mediterania.

Meski Uni Eropa telah melarang pengiriman minyak ke Suriah yang dilanda perang, sekutu dekat Iran, sejak 2011, Uni Eropa tidak pernah menyita sebuah kapal tanker di laut. Berbeda dengan Amerika Serikat, Eropa tidak memiliki sanksi luas terhadap Iran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini