nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berusaha Kabur dari Polisi, Bandar Narkoba Malah Tertabrak Truk

Solopos.com, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 06 519 2075380 berusaha-kabur-dari-polisi-bandar-narkoba-malah-ke-tabrak-truk-oG9Ret1hjN.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SURABAYA - Polisi menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram yang dikirim dari Pontianak menuju Jakarta, dengan disimpan dalam kaleng cat. Pengungkapan itu berawal dari penangkapan Pieter Kristiono di rumahnya, di Perum Permata Taman Palem Blok A5/16, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, penangkapan terhadap Pieter oleh petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim merupakan pengembangan dari jaringan narkotika atas nama Yoyok Priyanto, yang sebelumnya tertangkap di Gresik.

Jaringan tersebut biasa menyelundupkan sabu-sabu dari Myanmar dan Malaysia, yang dikirim ke Jakarta hingga Surabaya.

"Kami mendapat informasi jaringan ini melakukan pengiriman sabu-sabu dari Pontianak ke Jakarta melalui jasa pengiriman PT PPS Cargo. Kemudian pada hari Rabu tanggal 3 Juli 2019 sekira jam 01.00 WIB, narkotika jenis sabu-sabu itu turun dari kapal, kemudian sampai di gudang PT PPS Cargo. Selanjutnya sekira jam 09.00 WIB sabu-sabu yang dimasukkan dalam galon cat tersebut diambil oleh pemilik dengan menggunakan jasa pengiriman daring Go-box," kata Barung.

 narkoba

Dia menjelaskan, Tim Satgas Hantu Ditresnarkoba Polda Jatim yang dipimpin AKBP Teddy Suhendyawan membuntuti mobil tersebut hingga ke rumah Pieter. Setibanya di rumah yang bersangkutan, Tim Satgas langsung menangkap Pieter beserta barang bukti 10 kaleng cat berisi total 10 kilogram sabu-sabu.

Penangkapan Pieter sempat diwarnai drama, karena tersangka sempat berupaya untuk kabur. Kejadian itu berlangsung saat Tim Satgas akan membawa Pieter ke Surabaya. Di perjalanan, rombongan ini berhenti di SPBU tol Tambun Bekasi untuk mengisi BBM.

Kemudian, Pieter meminta izin kepada polisi untuk ke kamar kecil. Meski dikawal, Pieter berupaya kabur dengan cara mendorong polisi hingga jatuh.

"Dengan posisi tangan diborgol, dia meminta izin petugas untuk buang air kecil, kemudian petugas mengizinkan. Saat turun dari mobil dengan dikawal oleh petugas dan berjalan sekira 2,5 meter dari mobil, Pieter mendorong petugas hingga petugas terjatuh," katanya.

 Kecelakaan Lalu Lintas

Tak hanya itu, Pieter juga nekat melompat dari pembatas tol dan berlari untuk menghindari petugas. Pieter yang berusaha kabur malah tertabrak truk.

Saat itu, petugas belum mengambil tindakan tegas terukur (menembak) karena melihat situasi yang ramai dan di tempat umum.

"Kemudian ada petugas PJR dari Korlantas Polri yang membantu mengamankan. Kini, Pieter dibawa ke Rumah Sakit Herlina, Tambun, Bekasi, untuk diberikan pertolongan dan perawatan intensif," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini