Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PKS & Gerindra Diharapkan Tetap Jadi Oposisi agar Tak Kacaukan Sistem Demokrasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Sabtu, 06 Juli 2019 |14:50 WIB
PKS & Gerindra Diharapkan Tetap Jadi Oposisi agar Tak Kacaukan Sistem Demokrasi
Koalisi Prabowo-Sandi usai menerima putusan MK. (Foto : Heru Haryono/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mendorong agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra tetap menjadi oposisi di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mendatang.

"Ya saya sepakat bahwa memang itu yang kita butuhkan ya. Bahwa oposisi yang tangguh itu sebuah keniscayaan. Jadi memang harus ada kekuatan yang mampu sebagai penyeimbang, peran yang dimainkan untuk mengoreksi, kemudian peran yang dimainkan untuk mengingatkan (pemerintah-red)," kata Pangi kepada Okezone, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Pangi, masyarakat juga harus mulai belajar bahwa langkah politis memilih oposisi dari pemerintahan bukan berarti menjadi pengganggu. Oposisi itu, sambung dia, bukan untuk menjahili atau mengganggu kinerja pemerintahan.

"Tetapi agar kualitas demokrasi kita berjalan dengan baik. Jadi kalau ada kemudian ketidakadilan yang diproduksi oleh pemerintah, jadi oposisilah yang kemudian bisa mengkritisi, mengingatkan trayek kebangsaan, trayek kenegaraan," tuturnya.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago. (Dok Okezone)

"Jadi menurut saya, justru tanpa oposisi inilah yang kemudian akan mengacaukan sistem demokrasi yang kita bangun. Walaupun ada orang yang mengatakan bahwa oposisi itu tidak cocok di habitat demokrasi sistem kita, musyawarah mufakat, tidak cocok dengan sistem presidensial, hanya cocok di parlementer, menurut saya juga agak sedikit keliru," ujarnya.

Pangi menilai, saat ini sistem demokrasi Indonesia tengah membutuhkan kekuatan penyeimbang dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Bisa dibayangkan tanpa ada kekuatan penyeimbang, tentu pemerintah akan berbuat sesuka hati, semau gue. Siapa yang mampu memberikan kekuatan penyeimbang di parlemen itu? Hanya satu-satunya ya partai, enggak ada pilihan lain. Enggak bisa ormas, enggak bisa kekuatan individu," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement