Araqchi mengatakan Iran akan terus mengurangi komitmennya pada kesepakatan tahun 2015 setiap 60 hari.
Tapi ia juga menekankan bahwa diplomasi masih menjadi pilihan, asalkan sanksi dicabut.
Menteri energi Israel Yuval Steinitz telah mengkritik langkah terbaru Iran, mengatakan bahwa meskipun peningkatannya "sedang", Iran telah "memulai langkah... menuju senjata nuklir".
Pengumuman ini disampaikan sehari setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dan menyatakan "sangat khawatir" akan apa yang akan terjadi jika perjanjian itu diabaikan.
Rouhani meminta negara-negara Eropa untuk bertindak sekarang untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.