nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

"Terminator" Kongo Dinyatakan Bersalah Atas Kejahatan Perang dan Kemanusiaan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 22:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 08 18 2076257 terminator-kongo-dinyatakan-bersalah-atas-kejahatan-perang-dan-kemanusiaan-cW3PQst5sH.jpg Bosco Ntaganda. Foto/Reuters

KINSHASA - Seorang mantan pemimpin pemberontak Kongo dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Mengutip BBC News, Senin (8/7/2019) Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menyatakan Bosco Ntaganda membunuhbayi dan menghancurkan kepala mereka.

Ntaganda yang dijuluki "Terminator", dinyatakan bersalah atas 18 tuduhan, termasuk pembunuhan, pemerkosaan, perbudakan seksual dan menggunakan anak-anak sebagai tentara.

Ia menjadi orang pertama yang dihukum atas kasus perbudakan seksual oleh ICC.

Pengacaranya berpendapat bahwa Ntaganda adalah korban, yang juga direkrut menjadi tentara saat masih anak-anak.

Dia adalah orang keempat yang dihukum oleh ICC sejak didirikan pada tahun 2002.

Baca JugaWabah Ebola di RD Kongo Telah Tewaskan 1.000 Orang

Baca JugaPemberontak Bersenjata Kembali Serang Rumah Sakit Ebola di Kongo

Ntaganda menyerah di kedutaan AS di Republik Demokratik Kongo pada 2013.

Para analis mengatakan Ntaganda meneyrah karena kehilangan kekuasaan setelah terjadi perebutan kekuasaan dalam kelompoknya M23-nya.

Siapakah Bosco Ntaganda?

Ntaganda lahir pada tahun 1973 dan tumbuh di Rwanda. Ia kemudian pergi ke Kongo saat setelah terjadi serangan terhadap sesama etnis Tutsi.

Pada usia 17, ia mulai ikut berperang di Rwanda dan Kongo.

Pada 2006, Ntaganda didakwa ICC karena merekrut anak-anak untuk menjadi tentara. Ia juga orang yang bertanggung jawab terkait pembantaian 150 orang pada 2008.

Pada 2009 ia masuk ke dalam tentara nasional Kongo dan dijadikan jenderal. Namun pada 2012 ia keluar dari tentara, memicu pemberontakan yang memaksa 800.000 orang mengungsi dari rumah mereka.

Pada 2013 ia menyerahkan diri ke kedutaan besar AS di Kigali, setelah kelompoknya pecah.

Apa yang dia lakukan?

Sebanyak tiga hakim menyatakan Ntaganda bersalah atas 18 tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di wilayah timur Ituri yang kaya mineral antara tahun 2002 dan 2003.

Ntaganda (45) adalah "pemimpin kunci" yang memberi perintah untuk "menargetkan dan membunuh warga sipil" kata hakim Robert Fremr dalam putusan itu.

Jaksa penuntut mengatakan Ntaganda adalah kunci dalam merencanakan dan menjalankan operasi untuk pemberontak Union of Congolese Patriots (UCP) dan sayap militernya, Pasukan Patriotik untuk Pembebasan Kongo (FPLC).

Para hakim memutuskan bahwa dia secara pribadi telah membunuh seorang imam Katolik, sementara para pejuang yang dia perintahkan membantai di wilayah tersebut.

Mereka juga menyatakan Ntaganda bersalah atas kejahatan karena merekrut tentara anak-anak, termasuk gadis-gadis muda.

Kejahatan terjadi ketika Ntaganda menjabat sebagai wakil kepala staf umum Thomas Lubanga - yang merupakan pemimpin kelompok pemberontak UPC. Dia dinyatakan bersalah oleh ICC pada 2012.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini