Bulan lalu, sebuah kapal nelayan Filipina ditabrak dan ditenggelamkan oleh kapal China, membuat 22 anggota awaknya berjuang menyelamatkan diri mereka sendiri sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal Vietnam. Manila menyebut insiden itu sebagai “tabrak lari” di laut dan Duterte menganggapnya sebagai sebuah "kecelakaan kecil maritim," meminta Beijing untuk menahan diri tetapi menolak untuk memperburuk situasi.
"Kita tidak akan pernah bisa memenangkan perang dengan China," presiden menjelaskan pada Jumat. “Saya tidak akan memerintahkan prajurit saya untuk pergi ke mulut neraka untuk mati tanpa perlawanan. Saya tidak bisa melakukan itu."
Duterte mengatakan bahwa jika dia berkuasa selama 20 tahun, dia bisa menempatkan “lima rudal jelajah dan meriam” di setiap desa, tetapi kenyataannya tidak bisa demikian. Dia menambahkan bahwa dia berharap China “tidak akan melakukan aksi yang berlebihan”.
Ini bukan pertama kalinya Duterte mengucapkan kata-kata kasar kepada sekutu Amerikanya. Pada Mei, ia menuduh AS "terlalu suka memerintah" dan "tidak terhormat" karena mengingkari perjanjian senjata. Washington menolak keras penjualan 26.000 senapan untuk polisi nasional Filipina pada tahun 2016, menyuarakan keprihatinan hak asasi manusia setelah perang melawan narkoba yang diserukan Duterte disebut telah menewaskan ribuan orang.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.